Iran secara resmi memulai prosesi pemakaman umum untuk mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang akan berlangsung selama enam hari. Demikian laporan televisi pemerintah Iran pada hari Sabtu (4/7) pagi, dengan prosesi yang akan berlanjut di Irak sebelum pemakamannya.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/7/2026), ribuan pelayat yang membawa spanduk merah, simbol yang terkait dengan seruan balas dendam, berkumpul di halaman Grand Mosalla di Teheran, ibu kota Iran, menjelang kedatangan peti mati Khamenei. Mereka meneriakkan "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam", menurut laporan jurnalis AFP di lokasi tersebut.
Para polisi anti huru hara berjaga di sekitar lokasi, sementara kerumunan pelayat berkumpul.
Jenazah Khamenei akan disemayamkan siang dan malam hingga Senin mendatang di dalam kompleks Grand Mosalla, yang dibuka untuk umum pada hari Sabtu pukul 6:00 pagi waktu setempat (0230 GMT).
Seorang warga, Somayye Hamedi bertekad untuk menjadi salah satu orang pertama yang mendekati peti jenazah Khamenei yang gugur dalam serangan AS-Israel pada Februari lalu.
"Kami diberitahu bahwa pintu mungkin akan dibuka paling cepat malam ini," kata wanita berusia 44 tahun itu, mengenakan cadar hitam dan berdiri di depan pintu masuk utama Mosalla.
"Kami ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin kami, itulah sebabnya menunggu seperti ini tidak menyakitkan atau sulit bagi kami," katanya kepada AFP.
Ratusan orang telah berkumpul di luar tempat tersebut, beberapa menangis, sementara yang lain duduk dengan sabar di trotoar.
(ita/ita)