2 Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati

2 Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 30 Jun 2026 16:50 WIB
Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Jakarta -

Para penyerang menembak mati dua anggota Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di rumah mereka di kota Paveh, Iran barat, dekat perbatasan dengan wilayah Kurdistan, Irak.

Belum jelas siapa yang berada di balik penembakan itu. Namun, otoritas Iran sering menyalahkan kelompok separatis Kurdi di daerah tersebut atas kekerasan sebelumnya. Teheran menuduh mereka memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kedua anggota IRGC tersebut tewas dalam "tindakan teroris dan pengecut", lapor televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/6/2026). Dua anggota Garda Revolusi lainnya terluka dalam penembakan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Televisi pemerintah Iran mengatakan "rincian pasti dari insiden ini dan langkah-langkah yang diambil untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab sedang ditelaah".

Sepah News, media resmi IRGC, kemudian mengatakan bahwa IRGC telah membubarkan sebuah tim yang bekerja untuk "kelompok anti-pemerintah dan separatis" yang memasuki Iran dari perbatasan barat laut.

Laporan tersebut menyertakan foto-foto buram yang menunjukkan empat jasad orang yang diduga tewas dalam operasi tersebut.

Secara terpisah, "kendaraan sebuah keluarga diberondong peluru" pada hari Senin (29/6) di kota Saravan di provinsi Sistan-Baluchistan, menewaskan sang ayah dan ibu, menurut laporan televisi pemerintah Iran.

Pihak berwenang belum mengidentifikasi pelaku atau memberikan rincian lebih lanjut tentang para korban. Menurut televisi pemerintah Iran, serangan itu "dilakukan oleh tentara bayaran Zionis-Amerika", sebuah istilah yang biasa digunakan para pejabat Iran untuk menyebut kelompok separatis dan militan.

Sistan-Baluchistan, yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, telah lama menjadi lokasi bentrokan antara pasukan keamanan, pemberontak, dan penyelundup narkoba.

Sebagai salah satu provinsi termiskin di Iran, provinsi ini merupakan rumah bagi populasi etnis Baloch yang cukup besar, yang sebagian besar adalah Muslim Sunni di negara dengan mayoritas Syiah tersebut.

Tonton juga video "Trump Klaim AS-Iran Bertemu di Doha, Teheran Membantah!"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait