Iran Wanti-wanti Kapal Asing Tak Kucing-kucingan di Selat Hormuz

Iran Wanti-wanti Kapal Asing Tak Kucing-kucingan di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Jun 2026 10:50 WIB
Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz, terlihat dari wilayah Oman (dok. Reuters)
Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz, terlihat dari wilayah Oman (dok. Reuters)
Teheran -

Iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan oleh Teheran di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.

Peringatan ini dilontarkan setelah sejumlah kapal melintasi koridor pelayaran Selat Hormuz di dekat pantai Oman, daripada melewati rute di dekat pantai Iran.

Iran merasa geram dengan pengumuman Oman, pekan lalu, mengenai rute alternatif untuk melintasi Selat Hormuz, dengan menyusuri garis pantai Oman. Rute tersebut, menurut otoritas Oman, ditetapkan bersama dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap upaya untuk mengadopsi aturan baru atau terpisah dibandingkan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Republik Islam Iran, hanya akan menyebabkan situasi yang lebih rumit dan penundaan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, dan akan meningkatkan ketegangan," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberi peringatan, seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2026).

ADVERTISEMENT

Iran terus bersikeras bahwa mereka yang mengendalikan lalu lintas di jalur perairan vital tersebut, yang dalam kondisi normal dilalui oleh seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Teheran tidak memiliki kendali semacam itu sebelum perang pecah.

Saat ini Iran menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz haruslah melewati koridor di dekat pantainya. Meskipun pekan lalu, puluhan kapal telah berlayar di sisi seberang jalur perairan tersebut, di dekat pantai Oman.

Situasi tersebut memicu aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada akhir pekan, yang mengancam gencatan senjata yang rapuh untuk kawasan Timur Tengah. Awal pekan ini, kedua negara sepakat untuk berhenti saling menyerang dan menggelar dialog membahas sengketa Selat Hormuz.

Namun demikian, aksi saling serang itu menyoroti rapuhnya kesepakatan yang dimediasi Pakistan, yang bertujuan mengakhiri perang antara AS dan Israel melawan Iran. Meskipun gencatan senjata diberlakukan sejak April, serangan-serangan secara sporadis terus terjadi di kawasan Teluk, dengan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz seringkali menjadi pemicunya.

Selat Hormuz diketahui mencakup wilayah perairan Oman dan Iran. Namun berdasarkan hukum kebiasaan internasional, kedua negara tidak diperbolehkan menghalangi pelayaran atau memungut biaya melintas.

Kendati demikian, Tehran mencegah sebagian besar kapal melintasi Selat Hormuz selama perang berkecamuk, sehingga memperoleh daya tawar ekonomi yang sangat besar -- sesuatu yang tampaknya enggan mereka lepaskan.

Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz. IRGC juga menegaskan bahwa kapal-kapal yang melanggar langkah-langkah tersebut akan ditindak lebih tegas daripada sebelumnya.

Simak juga Video 'Iran Minta Negara Lain Tak Campuri Pengelolaan Selat Hormuz':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini