Pemerintah Iran menegaskan tidak ada jadwal pertemuan atau negosiasi, dalam tingkat apa pun, dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Penegasan ini membantah pengumuman Presiden AS Donald Trump soal pertemuan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran akan digelar di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6).
Penegasan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita IRNA dan dilansir Anadolu Agency, Selasa (30/6/2026), disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang juga juru bicara tim negosiasi Teheran, saat berbicara kepada wartawan pada Senin (29/6) waktu setempat.
Baghaei mengatakan bahwa Iran saat ini berfokus untuk memastikan pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang, yang telah diteken oleh kedua negara dua pekan lalu.
Dia menambahkan bahwa Teheran juga sedang "mengupayakan secara serius" pemenuhan tuntutan terkait hal tersebut.
Menurut Baghaei, AS telah menerbitkan izin-izin yang diperlukan berdasarkan pasal 10 MoU tersebut, terkait penjualan minyak, dan bahwa Iran sedang memantau proses pelaksanaannya.
Baghaei mengatakan bahwa delegasi pakar Iran akan bertolak ke Doha pada akhir pekan ini untuk menindaklanjuti masalah pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan, yang diatur dalam pasal 11 Mou tersebut. Dia menyebut proses pelaksanaan untuk pasal tersebut juga sedang berjalan.
Baghaei menambahkan bahwa Iran belum memasuki tahap negosiasi untuk kesepakatan akhir. Berdasarkan MoU tersebut, sebut Baghari, pembahasan mengenai kesepakatan akhir yang komprehensif "hanya dapat dimulai" jika ketentuan-ketentuan lainnya, termasuk pencairan aset Iran ditegakkan secara berkelanjutan.
(nvc/ita)