5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Jun 2026 17:56 WIB
Kapal-kapal memenuhi Selat Hormuz, yang sempat memicu aksi saling serang antara AS dan Iran pada akhir pekan (dok. REUTERS/Stringer)
Kapal-kapal memenuhi Selat Hormuz, yang sempat memicu aksi saling serang antara AS dan Iran pada akhir pekan (dok. REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk saling menghentikan serangan setelah ketegangan meningkat pada akhir pekan. Teheran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.

Washington dan Teheran juga berencana untuk melakukan pembicaraan terbaru di Doha, Qatar, guna membahas perselisihan mereka mengenai Selat Hormuz.

Sementara itu, Teheran melontarkan peringatan terbaru setelah sejumlah kapal melintasi koridor pelayaran Selat Hormuz di dekat pantai Oman, daripada melewati rute di dekat pantai Iran. Ditegaskan oleh Iran bahwa upaya melanggar aturan di Selat Hormuz "akan meningkatkan ketegangan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (29/6/2026):

- AS-Iran Sepakat Setop Saling Serang, Berunding di Qatar Pekan Ini

Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk saling menghentikan serangan setelah ketegangan meningkat pada akhir pekan. Kedua negara juga berencana untuk melakukan pembicaraan terbaru di Doha, Qatar, guna membahas perselisihan mengenai Selat Hormuz.

Seorang pejabat senior AS, yang enggan disebut namanya, seperti dilaporkan media Axios dan dilansir Anadolu Agency, Senin (29/6/2026), mengatakan bahwa Washington telah memutuskan untuk menghentikan serangan terhadap Teheran.

Menurut laporan Axios pada Minggu (28/6), aksi saling serang yang terjadi antara AS dan Iran itu bermula dari perbedaan penafsiran soal nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang, terutama mengenai ketentuan terkait Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pengiriman minyak dan gas dari kawasan tersebut.

- Iran Wanti-wanti Kapal Asing Tak Kucing-kucingan di Selat Hormuz

Iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan oleh Teheran di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.

Peringatan ini dilontarkan setelah sejumlah kapal melintasi koridor pelayaran Selat Hormuz di dekat pantai Oman, daripada melewati rute di dekat pantai Iran.

Iran merasa geram dengan pengumuman Oman, pekan lalu, mengenai rute alternatif untuk melintasi Selat Hormuz, dengan menyusuri garis pantai Oman. Rute tersebut, menurut otoritas Oman, ditetapkan bersama dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO).

- Bertambah Lagi, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.450 Orang

Otoritas Venezuela melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang negara tersebut, pekan lalu, kembali bertambah menjadi sedikitnya 1.450 orang. Lebih dari 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Upaya pencarian korban yang terjebak reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa masih terus berlangsung, sehingga angka kematian itu diperkirakan masih bisa bertambah.

"Jumlah korban tewas telah mencapai 1.450 orang," kata Presiden Majelis Nasional atau parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam konferensi pers pada Minggu (28/6), seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (29/6/2026).

- WHO: 1.300 Orang Tewas Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 1.300 kematian berlebih terkait gelombang panas ekstrem telah tercatat di kawasan Eropa sejak 21 Juni. WHO memperingatkan bahwa benua Eropa mengalami pemanasan paling cepat di Bumi, jika dibandingkan benua-benua lainnya.

Puluhan juta orang di Eropa harus menghadapi suhu ekstrem sepanjang akhir pekan, saat gelombang panas mematikan bergerak ke arah timur kawasan tersebut. Sejumlah negara melaporkan bertambahnya jumlah korban jiwa akibat cuaca panas ekstrem, dengan layanan kesehatan berisiko kewalahan menangani pasien.

Pada Minggu (28/6) pagi, otoritas kesehatan Prancis mengungkapkan adanya sekitar 1.000 kematian tambahan di luar perkiraan normal di negara tersebut, yang tercatat sejak Rabu (24/6) waktu setempat.

- Biden Kritik Keras Trump, Sebut Pecundang Korup yang Narsis

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan kritikan keras untuk Presiden AS Donald Trump dan kebijakannya. Biden secara terang-terangan menyebut Trump sebagai "pecundang" yang korup, narsis, dan tidak kompeten dalam memimpin AS.

Kritikan untuk Trump tersebut, seperti dilansir CNN dan Anadolu Agency, Senin (29/6/2026), disampaikan Biden sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat perdebatan sengit dalam debat capres AS untuk pemilu 2024, yang berakhir dengan mundurnya Biden dari pencapresan.

Saat berpidato dalam acara penggalangan dana untuk Partai Demokrat di Maryland pada Sabtu (27/6) malam, Biden melontarkan kritikan-kritikan tajam untuk penggantinya di Gedung Putih tersebut. Dia menggambarkan sosok Trump sebagai pemimpin yang angkuh dan korup.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Roy Suryo Ditangkap hingga Iran-AS Damai

Halaman 3 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait