7 Fakta Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela

7 Fakta Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jun 2026 06:30 WIB
Emergency services work at the site of a collapsed building after an earthquake in Caracas, Venezuela, June 24, 2026. REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria
Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria
Jakarta -

Gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela. Gempa itu menyebabkan lebih dari seratus orang meninggal dunia dan seribuan korban luka-luka.

Dirangkum detikcom, Jumat (26/6/2026), gempa kembar Venezuela ini terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 7,5 dan gempa kedua guncangannya lebih dahsyat, yakni M 7,5.

Gempa ini menimbulkan kerusakan serius dari infrastruktur di Venezuela. Sejumlah gedung di wilayah Caracas, ibu kota Venezuela, dilaporkan rusak hingga ambruk. Berikut ini sejumlah fakta dari gempa kembar di Venezuela:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Presiden Venezuela Umumkan Keadaan Darurat

Pemimpin Sementara Venezuela, Delcy RodrΓ­guez, mengumumkan keadaan darurat setelah dua gempa bumi dahsyat dan lebih dari 20 gempa susulan mengguncang negaranya. Gempa itu mengakibatkan penutupan bandara utama karena adanya kerusakan imbas gempa tersebut.

Dilansir AFP dan CNN, Kamis (25/6), Delcy Rodriguez mengatakan Bandara Internasional Maiquetia, yang terletak di dekat Caracas, akan ditutup menyusul "kerusakan serius" pada infrastrukturnya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, RodrΓ­guez mengkonfirmasi adanya korban jiwa. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang "dengan sedih kehilangan anggota keluarga."

2. Jumlah Korban Tewas Terbaru

Korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 188 orang dan korban luka ada 1.520 orang. Hal itu diumumkan oleh Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodriguez.

Jorge mengatakan tawaran bantuan penyelamatan dan bantuan kemanusiaan terus berdatangan dari sejumlah pihak.

Negara bagian La Guaira di sebelah utara Caracas terdampak paling parah; warga berjalan tertatih-tatih di antara puing-puing sambil memanggil nama orang-orang terkasih atau berusaha menyelamatkan korban luka namun menemui jalan buntu.

3. Gempa Kembar Venezuela Selisihnya Cuma 39 Detik

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS melaporkan bahwa Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat yang terjadi hanya dalam selisih waktu 39 detik. Fenomena semacam ini disebut sebagai gempa "doublet" atau gempa kembar.

USGS, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6), melaporkan bahwa Venezuela awalnya diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 yang berpusat di area berjarak 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron. Gempa pertama ini tercatat terjadi pada pukul 22.04 GMT.

Area yang diguncang gempa pertama itu berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Venezuela, Caracas.

Kurang dari satu menit kemudian, menurut data USGS, gempa bumi kedua mengguncang Venezuela dengan kekuatannya tercatat mencapai Magnitudo 7,5. Gempa kedua ini mengguncang area yang berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi gempa pertama.

"Gempa bumi ini merupakan peristiwa kedua dalam rangkaian gempa doublet. Gempa utama (mainshock) berkekuatan Magnitudo 7,5 ini didahului oleh gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan Magnitudo 7,2 yang terjadi 39 detik sebelumnya," sebut USGS dalam pernyataannya.

4. Korban Jiwa Diprediksi Capa 100 Ribu Jiwa

USGS memperkirakan dua gempa dahsyat di Venezuela tersebut memakan banyak korban jiwa dan memicu kerusakan parah.

"Kemungkinan besar akan ada banyak korban jiwa dan kerusakan parah, serta dampaknya diperkirakan meluas," sebut USGS dalam pernyataannya.

USGS awalnya memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berkisar antara 10.000 jiwa hingga 100.000 jiwa.

Laporan sejumlah pejabat lokal dan saksi mata di lokasi terdampak gempa menyebut gedung-gedung roboh, dengan upaya penyelamatan sedang berlangsung dan jumlah korban luka terus bertambah.

"Ada bangunan dan rumah yang roboh, dan kami sedang menangani situasi ini dengan mengerahkan segala sumber daya yang tersedia, baik dari segi keamanan maupun bantuan sipil," kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello.

5. Gempa Terbesar dalam Seabad

USGS melaporkan bahwa Venezuela diguncang gempa kembar, yang berkekuatan M 7,2 dan M 7,5 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Menurut USGS, gempa M 7,5 ini adalah gempa terbesar yang melanda negara itu atau di lepas pantainya sejak tahun 1900.

Gempa pertama berpusat di area berjarak 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron. Lokasi itu berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Caracas. Gempa kedua ini mengguncang area yang berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi gempa pertama tersebut.

Saat gempa mengguncang, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6), banyak warga Venezuela sedang berada di dalam rumah karena ada hari libur nasional untuk memperingati kemenangan militer tahun 1821 -- peristiwa yang turut mengukuhkan kemerdekaan negara itu dari Spanyol.

"Begitu gempa mulai terasa, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlarian menuruni tangga," tutur Astrid Ramirez, seorang warga Venezuela berusia 41 tahun yang tinggal di Caracas bagian barat.

Warga di seluruh Caracas, yang pernah merasakan gempa mematikan berkekuatan Magnitudo 6,3 pada tahun 1967 silam, bergegas menyelamatkan diri saat bangunan-bangunan berguncang keras.

"Terdengar suara dentuman yang sangat keras. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan, termasuk wadah-wadah di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya," kata Coro Martinez, warga berusia 56 tahun yang tinggal di Caracas bagian timur.

Bagi Maria Romero, seorang pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas bagian selatan, gempa dahsyat pada Rabu (24/6) itu terasa lebih buruk dibandingkan gempa mematikan tahun 1967 silam. Romero dibantu oleh polisi setempat saat mengungsi dari rumahnya.

"Gempa bumi ini sangat mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa bumi tahun 1967," sebutnya.

6. AS Janji Bantu Venezuela

Amerika Serikat (AS) berjanji akan memberikan bantuan usai dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Departemen Perang akan diterjunkan untuk membantu Venezuela.

"Departemen Perang harus memainkan peran logistik, peran logistik yang besar di sini karena mereka memiliki kemampuan untuk mendarat di tempat-tempat yang sulit saat ini," kata Rubio kepada wartawan selama kunjungannya ke Bahrain, dilansir AFP, Kamis (25/6).

"Jadi kami memiliki respons seluruh pemerintah. Ini akan besar, akan cepat, dan akan efektif."

Rubio mengatakan dia tidak memikirkan dampak pada upaya AS untuk menstabilkan Venezuela, setelah pasukan Amerika menangkap mantan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

"Saat ini kami khawatir ada orang-orang yang terjebak di reruntuhan. Kami ingin membantu mereka keluar," katanya.

"Beberapa dari orang-orang itu memiliki kerabat yang tinggal di Amerika Serikat, tetapi apa pun yang terjadi, Amerika Serikat selalu menanggapi krisis kemanusiaan, terutama di belahan bumi kita sendiri."

7. Swiss Kirim 80 Petugas Penyelamat ke Venezuela

Pemerintah Swiss akan mengerahkan tim penyelamat ke Venezuela yang diguncang dua gempa dahsyat. Kementerian Luar Negeri Swiss menyebut bahwa pihaknya telah mengerahkan 'Swiss Rescue Chain', yang terdiri dari 80 personel, delapan anjing penyelamat, dan 18 ton peralatan penyelamatan.

"Misi Swiss Rescue Chain adalah mencari, mengeluarkan, dan menyelamatkan korban yang tertimbun reruntuhan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Swiss.

Awalnya, pihak berwenang di Bern memperkirakan pengerahan tim penyelamat dan peralatan mereka akan memakan waktu cukup lama karena wilayah udara Venezuela tertutup bagi sebagian besar maskapai penerbangan Eropa.

Namun setelah berupaya keras mengatur penerbangan, Pemerintah Swiss menyatakan pengiriman bantuan akan berlangsung pada Kamis malam waktu setempat.

Lihat Video 'Sejarah Ungkap Kenapa Venezuela Bisa Dihantam Gempa Kembar':

Halaman 2 dari 3
(fas/fas)


Berita Terkait