Teriakan di Bawah Reruntuhan Saat Penyelamatan Korban Gempa Venezuela

Teriakan di Bawah Reruntuhan Saat Penyelamatan Korban Gempa Venezuela

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 25 Jun 2026 17:54 WIB
Tim penyelamat menyisir gedung yang runtuh akibat gempa untuk mencari korban (REUTERS/Gaby Oraa)
Tim penyelamat menyisir gedung yang runtuh akibat gempa untuk mencari korban (REUTERS/Gaby Oraa)
Caracas -

Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di Venezuela untuk mencari para korban yang tertimbun reruntuhan bangunan usai gempa bumi dahsyat mengguncang negara Amerika Selatan itu.

Tim pencarian dan penyelamatan yang bekerja sepanjang malam, seperti dilansir CNN, Kamis (25/6/2026), dilaporkan masih dapat mendengar suara orang-orang yang terjebak, dalam keadaan hidup, di bawah reruntuhan bangunan.

Momen ini diungkapkan oleh Wali Kota Chacao, Gustavo Duque, saat menceritakan upaya penyelamatan dan pencarian korban gempa di area ibu kota Venezuela, Caracas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan via video Instagram, Duque mengatakan bahwa sekitar 23 orang telah berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang runtuh di wilayah tersebut. Upaya penyelamatan terus dilakukan untuk korban-korban lainnya yang masih terjebak reruntuhan.

"Syukurlah, kami mendengar suara orang-orang yang masih hidup dan kami akan menyelamatkan mereka," kata Duque dalam pernyataan videonya.

"Kita tidak akan meninggalkan tempat ini, sampai kita menyelamatkan orang terakhir yang bisa kita selamatkan dalam keadaan hidup, dan saya yakin dengan pertolongan Tuhan, kita akan berhasil," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa para korban yang telah diselamatkan sedang menjalani perawatan medis di klinik-klinik setempat.

Dua gempa dahsyat, yang oleh Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS disebut sebagai fenomena gempa "doublet" atau gempa kembar, mengguncang negara bagian Yaracuy, sebelah barat Caracas pada Rabu (24/6) sore waktu setempat.

USGS melaporkan bahwa gempa utama dengan Magnitudo (M) 7,5 terjadi setelah gempa M 7,2 mengguncang dalam selisih waktu hanya 39 detik.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam konferensi pers pada Kamis (25/6), mengumumkan bahwa sedikitnya 32 orang tewas dan 700 orang lainnya luka-luka akibat dua gempa dahsyat tersebut, yang diikuti oleh belasan gempa susulan.

Laporan AFP menyebut angka resmi pemerintah itu tidak mencakup para korban di wilayah La Guaira yang terdampak paling parah, yang terletak di dekat Caracas dan telah ditetapkan sebagai zona bencana. Wilayah Altamira dan El Pariso di Caracas juga dilaporkan terdampak parah oleh gempa.

Lihat juga Video: Diguncang 2 Gempa Besar, Venezuela dalam Situasi Darurat

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini