AS Kecewa Italia Batalkan Kunjungan Buntut Meloni dan Trump Renggang

AS Kecewa Italia Batalkan Kunjungan Buntut Meloni dan Trump Renggang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 25 Jun 2026 23:08 WIB
U.S. Secretary of State Marco Rubio testifies at a House Foreign Affairs Committee hearing on U.S. President Donald Trumps State Department budget request for the Department of State, on Capitol Hill in Washington, D.C., U.S., May 21, 2025. REUTERS/
Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz/File Photo Purchase Licensing Rights
Manama -

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyebut bahwa pembatalan kunjungan resmi Italia ke AS merupakan hal yang disayangkan, menyusul perselisihan antara para pemimpin kedua negara.

Dilansir AFP, Kamis (25/6/2026), Presiden AS Donald Trump pada bulan ini menuduh Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni berulang kali berupaya untuk berfoto bersamanya. Hal ini memicu kemarahan pihak Roma dan menyebabkan Menteri Luar Negeri Italia membatalkan rencana kunjungannya ke AS.

"Sangat disayangkan acara seperti itu harus terganggu," ujar Rubio kepada para wartawan saat melakukan kunjungan ke Bahrain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya, mereka seharusnya tetap datang. Namun demikian, kami sudah memiliki sejumlah kesepakatan yang siap ditandatangani. Kami akan tetap meresmikan penandatanganannya dalam waktu dekat. Kami hanya perlu mencari lokasi yang tepat untuk melaksanakannya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani dijadwalkan bertolak ke Miami awal pekan ini untuk menghadiri konferensi bisnis bersama Rubio, namun Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa acara tersebut telah dibatalkan.

Trump dan Meloni sempat terlibat perselisihan terbuka dalam beberapa bulan terakhir setelah Presiden AS itu mengkritik Italia karena tidak mendukung langkah AS terkait Iran.

"Hubungan kami dengan Italia terus berjalan lancar di... semua tingkatan. Tentu saja, Presiden merasa sangat kecewa," kata Rubio.

"Ia merasa bahwa bukan hanya Italia, melainkan juga negara-negara lain-di saat kita menghadapi ancaman yang tidak hanya membahayakan kita, tetapi khususnya Eropa-banyak negara Eropa yang tidak mengambil langkah nyata atau berbuat cukup banyak."

"Saya yakin poin-poin tersebut akan kembali dibahas dalam KTT NATO" di Turki bulan depan," tambahnya.

(fas/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini