Ancaman Israel ke Lebanon Usai 4 Tentaranya Tewas

Ancaman Israel ke Lebanon Usai 4 Tentaranya Tewas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2026 21:07 WIB
Israeli politician Itamar Ben-Gvir walks inside the Knesset, on the day U.S. President Donald Trump delivers remarks, in Jerusalem, October 13, 2025. (Reuters)
Ben Gvir (Foto: dok. Reuters)
Beirut -

Empat tentara Israel tewas dalam pertempuran dengan Hizbullah. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir geram dan mengancam bakal membakar seluruh Lebanon.

"Dengan segala hormat kepada Amerika, Israel harus memperjelas kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kami dan keamanan warga negara kami tidak dapat ditawar. Seluruh Lebanon harus terbakar," kata menteri garis keras Israel itu dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, otoritas Lebanon mengatakan 18 orang tewas pada hari Jumat dalam serangan udara Israel di selatan. Sementara militer Israel melaporkan kematian tentara pertama mereka di Lebanon sejak tercapainya kesepakatan Amerika Serikat-Iran untuk menghentikan perang Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

Pada hari Jumat (19/6), Israel mengatakan mereka menyerang target-target Hizbullah semalaman dan hingga pagi hari. Sementara kelompok militan yang didukung Iran itu, mengatakan mereka menyerang pasukan Israel di sekitar kota Nabatieh di Lebanon selatan.

"Serangan udara intensif Israel yang dilakukan dari tengah malam hingga pagi ini telah mencegah evakuasi para martir dan korban luka, dan mengakibatkan korban sementara sebanyak 18 martir dan 33 korban luka di setidaknya 10 desa dan kota," kata Kementerian Kesehatan Lebanon.

Gumpalan asap tebal membumbung di langit Lebanon Selatan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan militer Israel pada Senin (1/6/2026) sore waktu setempat. Eskalasi konflik yang terus meningkat itu tidak hanya memicu kekhawatiran di kawasan Timur Tengah, tetapi juga menuai reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. REUTERSGumpalan asap tebal membumbung di langit Lebanon Selatan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan militer Israel pada Senin (1/6/2026) sore waktu setempat. Foto: REUTERS

Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan sejak Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk menghentikan perang Timur Tengah.

Sementara itu, militer Israel mengatakan Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon telah "gugur dalam pertempuran" bersama tiga tentara lainnya, yang identitasnya belum diungkapkan.

Dalam pernyataan terpisah, dilaporkan seorang perwira cadangan terluka parah "akibat hantaman drone peledak di Lebanon selatan". Empat tentara Israel lainnya mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.

Sebelumnya para pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, telah menyatakan kekecewaannya atas serangan-serangan Israel di Lebanon, yang terus dilakukan meskipun AS sedang bernegosiasi dengan Iran. Serangan itu terjadi meski adanya kesepakatan gencatan senjata pada bulan April lalu, yang dimaksudkan untuk menghentikan pertempuran di Lebanon.

Lihat juga Video 'PBB Sebut Lebanon Mulai Kondusif, Warga Perlahan Kembali ke Rumah':

Halaman 2 dari 2
(isa/isa)


Berita Terkait