Menteri Garis Keras Israel Batal ke AS Usai Visanya Dipersulit

Menteri Garis Keras Israel Batal ke AS Usai Visanya Dipersulit

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Jun 2026 13:36 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (dok. Reuters)
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang dikenal provokatif, membatalkan rencana perjalanan ke Amerika Serikat (AS) karena masalah visa. Menteri garis keras Israel itu disebut mengalami kesulitan untuk mendapatkan visa AS baru-baru ini.

Situasi ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan The Times of Israel, Rabu (17/6/2026), dilaporkan oleh media-media Israel, termasuk harian Haaretz, yang menyebutkan bahwa Kedutaan Besar AS memberitahu Ben-Gvir jika dia perlu hadir secara langsung untuk memberikan sidik jari biometrik sebagai syarat untuk mendapatkan visa.

Langkah yang tidak biasa berupa persyaratan sidik jari ini, tampaknya dipicu oleh catatan kriminal Ben-Gvir. Dia diketahui memiliki beberapa catatan kriminal di masa lalu, termasuk mengganggu ketertiban umum, menghasut rasisme, dan mendukung kelompok teror.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, menurut media-media Israel, persyaratan semacam itu ditafsirkan sebagai pertanda keengganan AS untuk memberikan visa kepada Ben-Gvir.

Meskipun Ben-Gvir datang ke Kedutaan AS untuk memberikan sidik jarinya dan diwawancarai oleh para pejabat di sana, dia akhirnya memutuskan untuk membatalkan seluruh rencana perjalanannya ke AS.

Ben-Gvir dilaporkan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya khawatir visa tersebut tidak akan diterbitkan tepat waktu untuk penerbangannya.

Dalam pernyataan kepada Channel 13, kantor Ben-Gvir menjelaskan bahwa menteri kontroversial Israel itu telah memutuskan untuk secara sukarela melepaskan opsi paspor diplomatik karena sebagian besar rencana perjalanannya bersifat pribadi, dan sebagai gantinya telah mengajukan permohonan visa biasa.

Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan mengapa Ben-Gvir akhirnya tidak melakukan perjalanan sama sekali.

Tidak hanya itu, Ben-Gvir juga dilaporkan meminta Pengadilan Yerusalem untuk menunda sidang gugatan pencemaran nama baik yang dia ajukan terhadap seorang jurnalis, karena perjalanannya ke AS, yang disebut memiliki "kepentingan diplomatik".

Laporan itu bertentangan dengan klaim kantornya yang menyebut perjalanan ke AS merupakan "kunjungan pribadi".

Rencana perjalanan Ben-Gvir ke AS ini sebenarnya sudah memicu pro-kontra saat terungkap sebulan lalu. Laporan-laporan media Israel menyebut bahwa biaya perjalanan, yang mencapai puluhan ribu Shekels, akan dibayar oleh seorang pengusaha Israel yang tinggal di Miami, Yaakov Elharar, rekan Ben-Gvir.

Ben-Gvir dan istrinya, menurut laporan media Israel, dijadwalkan menghadiri pernikahan putri Elharar di Miami.

Masalah ini dibawa ke Komite Perizinan Pengawas Keuangan Negara, yang menangani perilaku etis dan konflik kepentingan, yang kemudian memutuskan untuk menolak mengizinkan Elharar menanggung biaya kunjungan Ben-Gvir ke AS.

Menurut laporan Haaretz, Ben-Gvir setuju untuk menanggung biaya sendiri. Namun akhirnya dia batal berangkat.

Simak juga Video 'Penembakan di Rumah Sakit Delaware AS, 1 Orang Tewas':

Halaman 3 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait