Jatuh Tak Bersisa, Pesawat Bomber B-52 AS Menukik 1.500 Meter Per Menit

Jatuh Tak Bersisa, Pesawat Bomber B-52 AS Menukik 1.500 Meter Per Menit

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Jun 2026 12:22 WIB
Pesawat pengebom B-52 AS (dok. Robert Atanasovski/AFP via Getty Images)
Pesawat pengebom B-52 AS (dok. Robert Atanasovski/AFP via Getty Images)
California -

Sebuah pesawat pengebom B-52 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang jatuh di California, tercatat menukik ke tanah dengan kecepatan lebih dari 1.500 meter atau satu kilometer per menit. Penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat pengebom berkemampuan nuklir itu bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Sedikitnya delapan orang tewas dalam insiden yang terjadi di dalam pangkalan Angkatan Udara AS di California pada Senin (15/6) waktu setempat ini.

Menurut data pelacakan awal, seperti dilansir abc.net.au dan PBS News, Rabu (17/6/2026), pesawat B-52 Stratofortress buatan Boeing itu berbelok tajam ke kanan dan kemudian hampir menyelesaikan putaran 180 derajat, sebelum menukik ke tanah dengan kecepatan lebih dari satu kilometer per menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden ini terjadi saat pesawat pengebom B-52 itu sedang menjalani misi rutin di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, sebagai bagian dari program keseluruhan untuk menjaga agar pesawat militer yang sudah lama beroperasi ini tetap terbang selama beberapa dekade mendatang.

Belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan pesawat pengebom itu jatuh tak lama setelah lepas landas. Penyelidikan akan dilakukan oleh otoritas terkait.

Namun, menurut AirNav Systems, data pelacakan penerbangan yang tersedia pada Selasa (16/6) menunjukkan pesawat pengebom B-52 itu berbelok ke arah timur laut, setelah lepas landas dari pangkalan udara tersebut dan hampir menyelesaikan belokan tajam, sebelum jatuh di atas landasan pacu lainnya.

Data tersebut, yang berasal dari sistem yang disebut multilaterasi, tidak menunjukkan informasi ketinggian dan kecepatan pesawat secara tepat.

Namun, data itu menunjukkan bahwa pesawat B-52 tersebut jatuh ke Bumi dengan kecepatan penurunan mencapai 5.056 kaki atau 1.541 meter per menit. Angka tersebut tercatat hampir 10 kali lebih cepat daripada kecepatan penurunan pesawat normal saat bersiap untuk melakukan pendaratan.

Pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti menduga ada semacam kerusakan pada kontrol penerbangan, jika menganalisis pada bagaimana pesawat pengebom B-52 itu jatuh begitu cepat setelah lepas landas, tanpa mencapai ketinggian yang sangat tinggi atau mencapai jarak yang jauh.

Guzzetti menilai ada kemungkinan kontrol penerbangan diatur secara tidak benar setelah perawatan, atau ada masalah mesin yang parah, atau kegagalan pada peralatan yang sedang diuji.

"Saya pikir itu pasti masalah pengendalian. Sekarang, apakah itu terkait dengan kegagalan mesin, kegagalan kontrol penerbangan, atau kegagalan perangkat pengujian baru, saya tidak yakin," katanya.

Penyelidikan Penyebab Jatuhnya B-52 Memakan Waktu Berbulan-bulan

Para pejabat di Pangkalan Angkatan Udara Edwards mengatakan bahwa proses investigasi terhadap insiden tersebut dapat memakan waktu hingga enam bulan untuk diselesaikan.

Juru bicara Sayap Uji Terbang 412 pada Pangkalan Angkatan Udara Edwards, Mike Paoli, mengatakan bahwa lapangan terbang di kompleks pangkalan udara itu masih ditutup pada Selasa (16/6) waktu setempat, setelah kebakaran terjadi semalaman.

Rekaman dari udara menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang tersisa dari pesawat pengebom yang jatuh di kompleks pangkalan udara yang ada di area Gurun Mojave yang berjarak sekitar 161 kilometer sebelah timur laut Los Angeles tersebut.

Situasi di lokasi jatuhnya pesawat pengebom B-52 AS di Pangkalan Udara Edwards di CaliforniaSituasi di lokasi jatuhnya pesawat pengebom B-52 AS di Pangkalan Udara Edwards di California Foto: (Reuters)

Lihat Video 'Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh di California, 8 Awak Tewas':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait