Trump Ungkap Netanyahu Nyaris Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran

Trump Ungkap Netanyahu Nyaris Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 15 Jun 2026 13:30 WIB
Trump dan Netanyahu saat bertemu di Gedung Putih pada April 2025 (dok. REUTERS/Kevin Mohatt/File Photo)
Trump dan Netanyahu saat bertemu di Gedung Putih pada April 2025 (dok. REUTERS/Kevin Mohatt/File Photo)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hampir menggagalkan kesepakatan damai antara AS dan Iran. Trump mengkritik Netanyahu sebagai "orang yang sangat sulit".

Hal itu diungkapkan oleh Trump dalam wawancara eksklusif dengan New York Times NYT), seperti dilansir The Jerusalem Post dan Anadolu Agency, Senin (15/6/2026). Wawancara itu dirilis setelah mediator Pakistan mengumumkan pada Senin (15/6) bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.

Trump, dalam wawancara via telepon dengan NYT pada Minggu (14/6) sore waktu AS, menyebut bahwa kesepakatan damai itu tercapai meskipun ada keberatan dari Netanyahu. Presiden AS itu bahkan mengklaim bahwa dirinya telah menyelamatkan Israel dari pemusnahan oleh nuklir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga mengkritik Netanyahu karena melancarkan serangan terhadap Lebanon pada Minggu (14/6) pagi, yang disebutnya hampir menggagalkan kesepakatan akhir. Serangan Israel terhadap area pinggiran selatan Beirut itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 orang lainnya, meskipun ada gencatan senjata.

Trump menegaskan bahwa serangan Israel itu "seharusnya tidak terjadi" ketika AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai. Dikatakan juga oleh Trump bahwa PM Israel itu seharusnya berterima kasih kepada AS, karena mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

"Dia (Netanyahu-red) orang yang sangat sulit," cetus Trump merujuk pada Netanyahu.

"Dan jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," ucap Presiden AS tersebut.

Kesepakatan damai AS dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin (15/6) pagi. Sharif mengatakan bahwa Washington dan Teheran sepakat menyatakan penghentian "segera dan permanen" untuk pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.

Trump kemudian mengonfirmasi kesepakatan damai itu dalam pernyataan terpisah via media sosial Truth Social. Dia mengumumkan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka dan blokade laut AS dicabut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" kata Trump dalam pernyataannya.

Trump juga mengisyaratkan dimulainya kembali lalu lintas maritim dan pengiriman energi melalui jalur perairan strategis tersebut, dengan menyatakan: "Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"

Seremoni penandatangan resmi untuk kesepakatan damai AS dan Iran, sebut Sharif, dijadwalkan akan berlangsung pada 19 Juni mendatang di Jenewa, Swiss.

Lihat juga Video: Makin Jengkel, Trump Minta Netanyahu Hati-hati atau Bakal Sendirian

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait