Menteri Turki Bikin Marah Israel karena Bilang Akan Bebaskan Yerusalem

Menteri Turki Bikin Marah Israel karena Bilang Akan Bebaskan Yerusalem

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Jun 2026 12:49 WIB
Pemandangan kota Yerusalem (dok. REUTERS/Ronen Zvulun/File Photo)
Pemandangan kota Yerusalem (dok. REUTERS/Ronen Zvulun/File Photo)
Tel Aviv -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Turki, Mustafa Ciftci menyatakan bahwa Turki suatu hari nanti akan merebut kendali atas Yerusalem. Pernyataan Ciftci itu membuat Israel marah, dengan pejabatnya memberikan respons keras.

Pernyataan yang memancing kemarahan Israel itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (9/6/2026), disampaikan Ciftci saat berbicara dalam konferensi pers Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki pada Sabtu (6/6) waktu setempat.

"Sama seperti kita menyaksikan pembebasan Damaskus dan Aleppo, kita, insya Allah, akan menyaksikan pembebasan Yerusalem suatu hari nanti," cetus Mendagri Turki itu dalam konferensi pers di Provinsi Corum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya masih meyakini hari ini bahwa Tuhan akan menunjukkan kepada kita hari-hari itu. Dia pasti akan menunjukkannya kepada kita. Saya telah mempercayai hal ini dari lubuk hati saya, dan saya masih mempercayainya. Sama seperti di masa lalu, tempat-tempat ini akan kembali kepada kita sekali lagi," ucapnya.

ADVERTISEMENT

"Tempat-tempat itu, insya Allah, akan kembali di bawah kekuasaan dan otoritas kita, karena kita memiliki pemimpin global seperti Recep Tayyip Erdogan di pucuk pimpinan kita. Kita memiliki pemimpin berkaliber global," kata Ciftci memuji Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan tanggapan keras terhadap pernyataan Mendagri Turki tersebut.

"Saya mengatakan kepada Menteri Dalam Negeri Turki, yang mengancam dan bermimpi untuk menguasai Yerusalem: Yerusalem bukanlah Konstantinopel, dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh. Israel merupakan negara yang kuat dan teguh yang telah membuktikan kemampuannya untuk membela diri terhadap ancaman apa pun," kata Katz dalam pernyataannya.

Katz dengan tegas menolak komentar Mendagri Turki tersebut, dan menegaskan bahwa Yerusalem akan "selamanya" menjadi ibu kota Israel.

"Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Yahudi selama 3.000 tahun dan akan tetap menjadi ibu kota Israel selamanya, sementara Kekaisaran Ottoman yang Anda dan Erdogan impikan telah runtuh dan tidak akan pernah kembali," tegasnya.

"Sangat disayangkan bahwa Anda tidak belajar apa pun dari warisan Mustafa Kemal Ataturk, yang berupaya menjadikan Turki sebagai negara modern. Sebaliknya, Anda berusaha membawa Turki kembali ke era kegelapan dan kemunduran," ucap Katz dalam pernyataannya.

Lihat Video 'Makin Jengkel, Trump Minta Netanyahu Hati-hati atau Bakal Sendirian':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini