2 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

2 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 07 Jun 2026 13:51 WIB
Gumpalan asap tebal membumbung di langit Lebanon Selatan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan militer Israel pada Senin (1/6/2026) sore waktu setempat. Eskalasi konflik yang terus meningkat itu tidak hanya memicu kekhawatiran di kawasan Timu
Foto: Gumpalan asap tebal membumbung di langit Lebanon Selatan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan militer Israel pada Senin (1/6/2026) (REUTERS)
Jakarta -

Lebanon masih terseret dalam ke dalam perang Timur Tengah imbas Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel. Ada dua orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon Selatan.

Dilansir Aljazeera, Minggu (7/6/2026), Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel di kota Saksakiyeh pada Sabtu pagi telah menewaskan sedikitnya dua orang. Saksakiyeh terletak di distrik Sidon.

Kementerian menambahkan bahwa 22 orang terluka dalam serangan itu, termasuk tiga anak dan seorang wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, militer Lebanon mengumumkan sedikitnya tiga tentaranya tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah kendaraan di wilayah selatan negara tersebut. Serangan mematikan ini terjadi saat kedua negara mengumumkan gencatan senjata bersyarat, yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/6/2026), militer Lebanon menyebut serangan Israel itu sebagai "serangan biadab".

"Sejumlah personel militer, termasuk seorang perwira, gugur dalam serangan biadab Israel yang menargetkan sebuah kendaraan militer di ruas jalanan Khardali-Nabatieh," demikian pernyataan militer Lebanon via media sosial X.

Militer Israel, dalam pernyataannya, berdalih bahwa kendaraan yang menjadi target serangan itu "bergerak secara mencurigakan" di "zona pertempuran aktif yang telah dievakuasi".

Diklaim oleh militer Tel Aviv bahwa pasukannya "beroperasi melawan organisasi teroris Hizbullah, bukan melawan tentara Lebanon". Militer Israel juga menambahkan bahwa pihaknya "sedang meninjau insiden tersebut".

Serangan mematikan itu terjadi saat gencatan senjata yang seharusnya mengakhiri pertempuran di Lebanon, antara Israel dan kelompok Hizbullah, mulai berlaku sejak 17 April lalu, tetapi tidak dihormati.

Israel dan Hizbullah, yang didukung Iran, sering saling tuding melanggar gencatan senjata, dengan masing-masing pihak membenarkan serangan mereka yang diklaim merespons dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lain.

Gencatan senjata bersyarat lebih lanjut diumumkan oleh utusan Lebanon dan Israel pekan ini di Washington DC.

Lihat Video 'Porak-poranda! Serangan Israel Hantam Rumah Sakit di Tyre Lebanon':

(rdp/rdp)


Berita Terkait