5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2026 20:00 WIB
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Jakarta -

Militer Iran mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke arah sejumlah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Laut Oman. Presiden Lebanon Joseph Aoun melontarkan salah satu kecaman paling tajam terhadap Hizbullah, Iran dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Teheran menyebut tembakan peringatan, yang menggunakan rudal dan drone itu, memaksa kapal-kapal perang Washington untuk mundur dari area perairan tersebut ke arah Samudra Hindia.

Sementara itu, Presiden Aoun menegaskan kepada Iran bahwa: "Bukan tugas Anda untuk mencampuri urusan negara kami."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (6/6/2026):

- AS Tembak Jatuh 4 Drone di Selat Hormuz, Serang Instalasi Radar Iran

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan pasukannya telah menyerang instalasi radar di pantai selatan Iran pada Jumat (5/6) waktu setempat, dalam peningkatan ketegangan terbaru yang mengancam gencatan senjata rapuh dalam perang Timur Tengah.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/6/2026), mengumumkan bahwa pasukannya terlebih dahulu menembak jatuh empat drone serang satu arah yang diluncurkan Iran menuju ke jalur perairan strategis Selat Hormuz.

Setelah itu, sebut CENTCOM, pasukan AS menyerang situs radar pengintaian pantai milik Iran yang ada di kota Goruk, Pulau Qeshm.

- Memanas, Iran Luncurkan Rudal-Drone ke Kapal Perang AS

Militer Iran mengklaim pasukan Angkatan Lautnya telah melepaskan tembakan peringatan ke arah sejumlah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Laut Oman. Teheran menyebut tembakan peringatan itu memaksa kapal-kapal perang Washington untuk mundur dari area perairan tersebut.

Kantor humas militer Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (6/6/2026), menyebut bahwa tembakan peringatan itu dilancarkan dengan menggunakan rudal dan drone ke arah sejumlah kapal perusak militer AS yang ada di Laut Oman pada Jumat (5/6) waktu setempat.

Langkah tersebut, menurut militer Iran, merupakan bagian dari operasi berkelanjutan yang dilakukan sebagai tanggapan atas apa yang digambarkan sebagai pelecehan oleh AS di lautan, serta penyitaan kapal tanker komersial dan minyak Iran.

- Trump Klaim Iran Hanya Punya 22 Persen Rudal Tersisa

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah kehilangan sebagian besar kapasitas produksi rudal dan drone, setelah gelombang serangan AS dan Israel sejak akhir Februari. Trump menyebut Teheran masih memiliki sekitar 21 persen atau 22 persen pasokan rudal yang tersisa.

Dalam sepekan terakhir, Iran menembakkan puluhan rudal ke arah negara-negara tetangganya di kawasan Teluk, meskipun ada gencatan senjata rapuh dengan AS yang diberlakukan sejak awal April lalu.

Trump dalam wawancara dengan media terkemuka AS, NBC News, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (6/6/2026), juga menyebut bahwa sebagian besar pabrik drone Iran telah dihancurkan.

- Presiden Lebanon Kecam Iran: Bukan Tugas Anda Campuri Urusan Negara Kami!

Presiden Lebanon Joseph Aoun melontarkan salah satu kecaman paling tajam terhadap kelompok Hizbullah, Iran dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kecaman ini setelah Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah imbas Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel pada awal Maret lalu.

"Ini bukan negara Anda, ini negara kami," tegas Aoun kepada Teheran, dalam sebuah wawancara di Istana Kepresidenan Lebanon, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (6/6/2026).

"Bukan tugas Anda untuk mencampuri urusan negara kami," kata Aoun dengan nada keras, masih merujuk pada Iran.

- Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menunjuk salah satu putranya sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam perombakan kabinet besar-besaran. Hal ini dipandang sebagai langkah untuk mempersiapkan generasi pemimpin berikutnya bagi kesultanan kecil yang kaya minyak ini.

Sultan Bolkiah, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (6/6/2026), mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran pada Kamis (4/6) waktu setempat, menciptakan portofolio kunci yang baru dan menunjuk dua putranya sebagai menteri.

Perombakan kabinet ini merupakan yang pertama sejak tahun 2022, dan terjadi ketika Brunei sedang menghadapi tekanan dari krisis energi global yang dipicu oleh perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Tonton juga Video: Terpopuler Sepekan: Sapi Kurban Prabowo-Israel Masuk Daftar Hitam PBB

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait