AS Bantah Iran Soal Serangan Rudal-Drone ke Kapal Perang di Laut Oman

AS Bantah Iran Soal Serangan Rudal-Drone ke Kapal Perang di Laut Oman

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2026 13:41 WIB
Ilustrasi kapal-kapal perang AS (dok. REUTERS/CENTCOM)
Ilustrasi kapal-kapal perang AS (dok. REUTERS/CENTCOM)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) membantah klaim Iran soal tembakan peringatan menggunakan rudal dan drone dilancarkan ke arah kapal-kapal perang AS yang beroperasi di Laut Oman. Washington menegaskan tidak ada serangan atau tembakan yang terdeteksi terhadap kapal perangnya di perairan tersebut.

Militer AS, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (6/6/2026), juga membantah klaim Iran tentang tembakan peringatan itu memaksa kapal-kapal perang Amerika bergerak "mundur" dari Laut Oman, atau Teluk Oman, ke arah Samudra Hindia.

"KLAIM: Iran mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke kapal-kapal perang AS di Teluk Oman, memaksa kapal-kapal Amerika untuk 'mundur' ke arah Samudra Hindia. SALAH," tulis Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam pernyataan via media sosial pada Jumat (5/6) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BENAR: Pasukan Iran TIDAK menyerang atau menembak kapal-kapal perang Angkatan Laut AS. Melakukan hal itu akan menjadi pelanggaran berat terhadap gencatan senjata," sebut CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, dalam pernyataannya.

"Pasukan AS terus beroperasi secara bebas di perairan regional, sambil sepenuhnya menegakkan blokade yang sedang berlangsung terhadap Iran," tegas CENTCOM.

Bantahan AS itu disampaikan setelah militer Iran mengklaim pasukan Angkatan Lautnya telah melepaskan tembakan peringatan, yang dilancarkan dengan menggunakan rudal dan drone, ke arah sejumlah kapal perang AS yang beroperasi di Laut Oman.

Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut pasukan Angkatan Lautnya melepaskan tembakan peringatan menggunakan sejumlah rudal Qadir dan beberapa drone tempur jenis Shahed Danesh ke kapal-kapal perusak AS jenis DDG-103 dan DDG-87 -- merujuk pada kode lambung kapal perang AS USS Truxtun dan USS Mason.

Teheran mengklaim tembakan peringatan itu memaksa kapal-kapal perang Amerika mundur dari perairan Laut Oman dan bergerak menuju ke Samudra Hindia.

Tembakan peringatan tersebut, menurut militer Iran, merupakan bagian dari operasi berkelanjutan yang dilakukan sebagai tanggapan atas apa yang digambarkan sebagai pelecehan oleh AS di lautan, serta penyitaan kapal tanker komersial dan minyak Iran.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah memanas sejak perang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu. Sebagian besar pertempuran terhenti sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump.

Namun beberapa waktu terakhir, AS dan Iran saling melancarkan serangan dan saling menuduh adanya pelanggaran gencatan senjata. Upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan terus berlanjut, tetapi sejauh ini belum membuahkan hasil konkret untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Aksi saling serang kembali terjadi pada Jumat (5/6) dan Sabtu (6/6) dini hari, dengan AS menyerang instalasi radar Iran di Pulau Qeshm dan menembak jatuh empat drone tempur Teheran yang mengudara ke Selat Hormuz.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain.

Simak juga Video: Hasil Survei, Citra AS di Era Trump Lebih Buruk dari Rusia!

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait