Citra satelit terbaru mengungkapkan kerusakan pada pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Kuwait setelah serangan udara Iran pada Rabu (3/6) waktu setempat. Citra satelit itu bertentangan dengan klaim Washington yang menyebut semua rudal dan drone Teheran berhasil dicegat.
Citra satelit terbaru yang dirilis Soar Atlas, seperti dilansir Middle East Eye, Jumat (5/6/2026), menunjukkan kondisi Pangkalan Udara Ali Al Salem yang digunakan pasukan AS di Kuwait, dengan salah satu shelter tampak hancur.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, sebelumnya bersikeras menyatakan bahwa semua rudal dan drone Iran yang menargetkan pangkalan udara itu telah "ditaklukkan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soar Atlas mencatat bahwa area di sekitar pangkalan udara itu "tampak hangus, dengan beberapa kawah imbas serangan terlihat di dekatnya".
CENTCOM, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa Iran menembakkan "sejumlah rudal balistik ke arah negara-negara tetangga di kawasan". Tetapi, menurut klaim CENTCOM, "semuanya gagal mengenai target yang dimaksud".
CENTCOM menambahkan bahwa dua rudal yang ditembakkan ke Kuwait "gagal mencapai sasaran atau hancur di udara", sedangkan tiga rudal yang diluncurkan ke Bahrain "segera dicegat" oleh sistem pertahanan udara.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan bahwa rentetan rudal Iran juga menghantam bandara internasional dan misi diplomatik di wilayahnya. Otoritas setempat melaporkan bahwa sedikitnya satu orang, diidentifikasi sebagai warga negara India, tewas dan 60 orang lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.
Rekaman video dari bandara Kuwait menunjukkan kerusakan yang ekstensif, dengan kebakaran sempat berkobar di Terminal Satu, kemudian bagian atap runtuh, dan kepulan asap tebal menjulang ke langit.
Setelah rentetan serangan di wilayahnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud al-Otayan, mengutuk apa yang disebutnya sebagai "agresi kriminal Iran".
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengakui pasukannya meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap markas Armada Kelima AS di Bahrain, pangkalan Angkatan Udara AS di Kuwait, dan aset-aset militer Amerika lainnya di wilayah Teluk Persia.
Serangan tersebut, menurut IRGC, merupakan pembalasan atas serangan AS terhadap kapal tanker Iran di Teluk Oman dan serangan AS terhadap menara komunikasi di Pulau Qeshm, selatan Iran.
Namun dalam pernyataannya, IRGC membantah bertanggung jawab atas serangan rudal ke Bandara Internasional Kuwait di Kuwait City, ibu kota Kuwait. IRGC menyalahkan insiden itu pada rudal pencegat Patriot milik AS. Klaim itu segera dibantah oleh CENTCOM.
AS menegaskan bahwa klaim itu keliru, dan menuduh Iran menyerang bandara dalam "serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan".
Lihat juga Video: Puing-puing Terbakar di Kuwait, Diduga dari Rudal Iran











































