Ajak Putin Bertemu, Zelensky Tawarkan Gencatan Senjata Untuk Akhiri Perang

Ajak Putin Bertemu, Zelensky Tawarkan Gencatan Senjata Untuk Akhiri Perang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 05 Jun 2026 02:30 WIB
Ukraines President Volodymyr Zelensky speaks during the General Debate of the United Nations General Assembly at the UN headquarters in New York City on September 24, 2025. (Photo by ANGELA WEISS / AFP)
Foto: Volodymyr Zelensky (AFP/ANGELA WEISS)
Jakarta -

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengirim surat terbuka kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam surat tersebut, Zelensky menyampaikan keinginannya untuk bertemu Putin.

Dilansir AFP, surat dikirim pada Kamis (4/6/2026) waktu setempat. Zelensky mengusulkan untuk mengakhiri perang.

"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan," kata Zelensky dalam surat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zelensky mengatakan selama negosiasi berlangsung siap untuk gencatan senjata secara penuh.

"Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung," tambahnya.

Rusia Serang Ukraina

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (2/6/2026), Ratusan drone dan puluhan rudal Rusia menghantam Ukraina. Serangan besar-besaran Rusia itu dilaporkan oleh Angkatan Udara Ukraina melaporkan.

Mereka menyebut Rusia mengerahkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal, termasuk rudal balistik yang sulit ditembak jatuh.

Dalam pernyataan via Telegram pada Selasa (2/6), Angkatan Udara Ukraina mengatakan pihaknya mendeteksi 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan oleh pasukan militer Rusia dalam semalam.

Kyiv mengatakan bahwa sebanyak 602 drone dan 40 rudal Rusia di antaranya telah ditembak jatuh atau dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara Ukraina.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina mengatakan lebih lanjut bahwa gelombang serangan udara Moskow itu juga melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon -- kemungkinan jumlah terbesar untuk pengerahan rudal hipersonik oleh Rusia selama perang berkecamuk empat tahun terakhir.

Rudal hipersonik Zircon, diklaim oleh Moskow, memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah melancarkan "serangan besar-besaran" terhadap fasilitas industri pertahanan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi.

Laporan otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal dan drone Rusia terhadap sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, hingga Selasa (2/6) dini hari.

(dek/dek)


Berita Terkait