AS Klaim Ada Kemajuan dalam Perundingan Israel-Lebanon

AS Klaim Ada Kemajuan dalam Perundingan Israel-Lebanon

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 03 Jun 2026 08:48 WIB
Israel melancarkan serangan udara baru terhadap target militer Hizbullah di Lebanon selatan, Kamis (18/9).  Serangan tersebut dilakukan untuk menghentikan kelompok militan Hizbullah membangun kembali wilayah tersebut.

Asap terlihat mengepul di ata
Foto Serangan Israel ke Lebanon: (Reuters)
Jakarta -

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengklaim "kemajuan terus berlanjut" dalam pembicaraan antara Israel dan Lebanon. Departemen Luar Negeri AS juga mengklaim perundingan Israel-Lebanon sudah hampir menuju kesepakatan yang baik.

"Kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan saat kita melepaskan diri dari kegagalan 20 tahun terakhir dan maju menuju kesepakatan komprehensif yang bertujuan untuk memulihkan kedaulatan Lebanon dan memastikan keamanan Israel," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott dilansir CNN, Rabu (3/6/2026).

Dia mengatakan "kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan" dalam pembicaraan yang dimediasi AS antara Israel dan Iran di Washington, DC. Bahkan, mereka mengatakan pembicaraan akan berlanjut besok.

Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Iran sedang berupaya untuk "menghalangi" upaya diplomatik antara kedua negara.

Sebelumnya, pada Senin (1/6), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan Hizbullah, melalui perantara masing-masing, telah sepakat untuk menghentikan aksi saling tembak.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan setelah Iran menyatakan adanya penangguhan perundingan dengan Amerika Serikat terkait serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon Selatan. Serangan tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.400 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Trump mengatakan kepada ABC News bahwa dirinya yakin kesepakatan dengan Iran dapat tercapai "dalam sepekan ke depan." Sasaran perundingan adalah memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

Trump mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin 'Bibi' Netanyahu serta perwakilan senior Hizbullah.

"Saya melakukan diskusi yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu. Tidak akan ada pasukan Israel yang menuju Beirut, dan pasukan yang sebelumnya bergerak ke sana telah diperintahkan untuk pulang," tulis Trump di media sosial.

"Demikian pula, melalui perwakilan tinggi mereka, saya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka sepakat untuk menghentikan semua aksi saling tembak. Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka juga tidak akan menyerang Israel."

Trump Marah ke Netanyahu

Namun kemarin, Trump dilaporkan marah ke Netanyahu. Sebab, Netanyahu menyerang Lebanon, Trump menganggap aksi Israel itu bisa menggagalkan diplomasi AS dengan Iran.

"Anda benar-benar gila (You are fucking crazy). Apa yang Anda lakukan?" cetus Trump kepada Netanyahu menurut laporan tersebut.

Trump mengatakan hal itu kepada Netanyahu setelah mengetahui adanya aksi militer Israel di Lebanon. Axios juga melaporkan Trump menyinggung masalah hukum yang sedang dihadapi Netanyahu selama percakapan telepon tersebut.

Trump mengingatkan PM Israel itu bahwa dia telah secara terbuka membela Netanyahu dan berupaya membantunya secara politik. Kemarahan itu Trump itu terjadi setelah dirinya menyebut Israel dan Hizbullah sepakat untuk menghentikan pertempuran.

Tonton juga video "Detik-detik AS Tembakkan Rudal ke Kapal Pelanggar Blokade Menuju Iran"

Halaman 2 dari 2
(zap/yld)


Berita Terkait