5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Mei 2026 17:52 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Iran memberikan sinyal berbeda mengenai potensi kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Washington mengumumkan akan menutup akses maskapai-maskapai penerbangan Iran ke tempat-tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket.

Sumber-sumber pejabat AS mengklaim negosiator kedua negara telah mencapai nota kesepahaman sementara mengenai perpanjangan gencatan senjata dan kerangka kerja untuk perundingan nuklir. Namun otoritas Iran menepis klaim tersebut, dengan menegaskan nota kesepahaman belum mencapai tahap finalisasi.

Sementara itu, langkah terbaru AS untuk menutup akses maskapai penerbangan Iran itu diambil saat Departemen Keuangan AS melanjutkan apa yang disebutnya sebagai "kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (29/5/2026):

- AS-Iran Beri Sinyal Berbeda Soal Potensi Kesepakatan Usai Serangan Terbaru

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyampaikan pernyataan yang saling kontradiktif mengenai potensi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik, terutama setelah kedua negara terlibat aksi saling serang pekan ini.

Sumber-sumber pejabat AS mengklaim negosiator kedua negara telah mencapai nota kesepahaman sementara mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan kerangka kerja untuk perundingan nuklir, serta tinggal menunggu persetujuan akhir Presiden Donald Trump untuk diumumkan.

Namun otoritas Iran menepis klaim tersebut, dengan menegaskan bahwa nota kesepahaman kedua negara belum mencapai tahap finalisasi sama sekali.

- AS Akan Tutup Akses Maskapai Iran untuk Mendarat hingga Isi Bahan Bakar

Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menutup akses maskapai-maskapai penerbangan Iran ke tempat-tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket. Langkah ini disampaikan saat konflik antara Washington dan Teheran kembali memanas pekan ini, dengan adanya aksi saling serang.

Langkah terbaru AS itu, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (29/5/2026), diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataan via media sosial X pada Kamis (28/5) waktu setempat.

Bessent menyebut langkah ini diambil saat Departemen Keuangan AS melanjutkan apa yang disebutnya sebagai "kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran".

- Netanyahu Perintahkan Militer Israel Ambil Alih 70 Persen Wilayah Gaza

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan militer Tel Aviv untuk mengambil alih 70 persen wilayah Jalur Gaza. Perintah ini menjadi sikap menentang ketentuan gencatan senjata Gaza yang rapuh yang mulai diberlakukan pada Oktober tahun lalu.

"Saat ini kami sedang menekan Hamas. Kami sekarang menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza," kata Netanyahu saat menghadiri sebuah konferensi di area permukiman Tepi Barat, menurut video yang ditayangkan oleh televisi Israel, Channel 12, seperti dilansir AFP, Jumat (29/5/2026).

Dikatakan Netanyahu bahwa militer Israel telah menguasai 50 persen wilayah Jalur Gaza berdasarkan ketentuan gencatan senjata. Dia kemudian menambahkan: "Arahan saya adalah untuk bergerak ke... 70 persen."

- Israel Putuskan Kontak dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, Ada Apa?

Israel mengumumkan pihaknya memutuskan semua kontak dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Langkah ini merespons masuknya Israel ke dalam daftar hitam yang dirilis PBB terkait dugaan kekerasan seksual di zona konflik.

Otoritas Tel Aviv mengecam daftar hitam semacam itu "keterlaluan", terlebih Israel berada dalam daftar yang sama dengan kelompok Hamas.

"Kami sudah selesai dengan Sekretaris Jenderal ini," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, dalam pernyataan video yang diunggah ke media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (29/5/2026).

- Garda Revolusi Iran: Perdamaian Mustahil Tercapai hingga Israel Dilenyapkan

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengecam keras pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap komandan-komandan senior kelompok Hamas di Jalur Gaza. IRGC memperingatkan bahwa kawasan Asia Barat, atau Timur Tengah, tidak akan mengalami perdamaian kecuali Israel sepenuhnya dilenyapkan.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Press TV, Jumat (29/5/2026), mengutuk keras pembunuhan dua komandan senior Hamas, Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad atau Abu Suhaib, oleh Israel. Keduanya merupakan komandan senior sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.

Odeh dilaporkan tewas bersama istri dan ketiga anaknya akibat serangan Israel di area Kota Gaza.

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait