Menlu Singapura Sebut Korut Tak Tertarik Dialog dengan AS-Korsel

Menlu Singapura Sebut Korut Tak Tertarik Dialog dengan AS-Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Mei 2026 17:10 WIB
Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (dok. AFP/ELOISA LOPEZ)
Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (dok. AFP/ELOISA LOPEZ)
Seoul -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan, baru saja mengunjungi Pyongyang, ibu kota Korea Utara (Korut), yang merupakan kunjungan langka ke negara terisolasi tersebut. Balakrishnan mengatakan bahwa Korut tampaknya tidak tertarik pada diplomasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).

Dia menilai Pyongyang lebih memilih untuk memperkuat kemandirian dan pencegahan militer.

Pernyataan Menlu Singapura ini disampaikan setelah Korut berulang kali menolak tawaran perdamaian dari pemerintah Korsel, sembari memberikan dukungan kepada Rusia dalam invasinya ke Ukraina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Balakrishnan itu, seperti dilansir AFP, Jumat (29/5/2026), disampaikan kepada media-media lokal di Seoul pada Kamis (28/5) malam, setelah dia menuntaskan kunjungan pertamanya dalam delapan tahun terakhir ke Pyongyang, yang juga menandai setengah abad hubungan diplomatik antara Singapura dan Korut.

"Saat ini, mereka... tampaknya tidak tertarik pada keterlibatan eksternal apa pun, baik dengan Amerika maupun dengan ROK (Republik Korea -- nama resmi Korsel)," kata Balakrishnan.

"Sebaliknya, mereka fokus pada membangun kemandirian mereka sendiri serta pencegahan militer mereka sendiri," sebutnya, setelah melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Korut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korut meningkatkan kecaman terhadap Korsel, termasuk dengan menyebut negara tetangganya itu sebagai "negara paling bermusuhan" dan menghapus semua referensi tentang reunifikasi Semenanjung Korea dari konstitusinya.

Balakrishnan mengatakan bahwa dirinya juga mengamati sikap Korut yang semakin keras terhadap reunifikasi. "Saat ini, (Korut) tidak mencari peluang untuk pembicaraan atau keterlibatan secara signifikan," ujarnya.

Meskipun hampir tidak ada perdagangan antara kedua negara, hubungan antara Singapura dan Korut tetap tergolong ramah. Balakrishnan mengatakan bahwa dirinya telah mengundang Pyongyang untuk menghadiri forum regional yang digelar oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam postingan Facebooknya, Balakrishan mengunggah video yang isinya mengatakan "Pyongyang adalah kota modern, bersih, dan terencana dengan baik".

"Terus mengalami kemajuan signifikan sejak kunjungan terakhir saya delapan tahun lalu. Jalanan ramai, lebih banyak mobil di jalan, dan banyak bangunan serta pembangunan baru," ucapnya.

Lebih lanjut, Balakrishnan mendesak adanya "kesabaran strategis" dalam menghadapi Korut.

"Jangan memperburuk situasi, jangan memperparah masalah, tetapi lihatlah peluang dalam jangka panjang untuk membantu atau membuka saluran komunikasi," cetus Menlu Singapura tersebut.

Tonton juga Video: Korut Uji Coba Rudal Balistik Jelang Kedatangan Trump ke Korsel

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait