5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 22 Mei 2026 17:25 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler)
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler)
Jakarta -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, meskipun ada situasi ketidakamanan yang disebabkan oleh militer Amerika Serikat (AS) di perairan Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut termasuk kapal tanker minyak dan kapal kontainer.

IRGC, seperti dilansir Press TV, Jumat (22/5/2026), menyebut puluhan kapal tersebut berhasil melewati jalur perairan strategis itu di bawah koordinasi dan perlindungan Angkatan Laut mereka.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (22/5/2026):

- Teleponan, Trump-Netanyahu Ribut Soal Kelanjutan Perang Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan melakukan percakapan telepon yang tegang pada Selasa (19/5), saat membahas masa depan perang melawan Iran.

Kedua pemimpin yang bersekutu itu dilaporkan berselisih, dengan Netanyahu mendesak untuk semakin mengintensifkan perang, sedangkan Trump bersikeras bahwa kesepakatan masih mungkin tercapai.

Laporan media-media AS, seperti dilansir TRT World, Jumat (22/5/2026), menyebut bahwa percakapan telepon penuh ketegangan itu berlangsung beberapa hari setelah Trump memberitahu Netanyahu dalam panggilan telepon pada Minggu (17/5), bahwa dirinya bersiap melakukan serangan terbaru terhadap Iran.

- Mojtaba Khamenei Bertitah: Uranium Diperkaya Harus Tetap di Iran!

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan arahan terbaru mengenai pasokan uranium yang diperkaya milik Teheran. Dalam arahannya, Mojtaba menegaskan bahwa uranium diperkaya yang nyaris mencapai level senjata, tidak seharusnya dikirimkan ke luar negeri.

Arahan terbaru itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (22/5/2026), disampaikan oleh dua sumber senior Iran, yang enggan disebut namanya. Arahan Mojtaba ini mempertegas sikap Teheran terhadap salah satu tuntutan utama Amerika Serikat (AS) dalam perundingan damai yang dimediasi oleh Pakistan.

Perintah Mojtaba itu bisa semakin membuat frustrasi Presiden AS Donald Trump dan mempersulit perundingan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

- Trump Bersumpah Akan Dapatkan Uranium Diperkaya dari Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah bahwa Washington pada akhirnya akan mendapatkan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, meskipun Teheran berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan material tersebut.

"Kita akan mendapatkan uranium yang sangat diperkaya; kita akan mendapatkannya," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (22/5/2026).

"Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya," ucap Presiden AS itu.

- Heboh! Radio Inggris Keliru Umumkan Raja Charles Wafat

Sebuah radio di wilayah Essex, Inggris, meminta maaf setelah secara keliru mengumumkan wafatnya Raja Charles III. Pengumuman itu terjadi secara tidak disengaja, akibat kesalahan sistem komputer pada radio tersebut.

Pengumuman keliru tersebut, seperti dilansir The Guardian, Jumat (22/5/2026), disampaikan oleh Radio Caroline yang beroperasi di Essex pada Selasa (19/5) sore waktu setempat, ketika kesalahan komputer pada studio utama radio tersebut secara tidak sengaja mengaktifkan "prosedur Wafatnya Raja".

"Karena kesalahan komputer pada studio utama kami, prosedur Wafatnya Raja, yang dipersiapkan oleh semua stasiun radio di Inggris dengan harapan tidak akan diperlukan, secara tidak sengaja diaktifkan pada Selasa (19/5) sore, yang secara keliru mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja telah meninggal dunia," kata manajer Radio Caroline, Peter Moore, dalam pernyataannya via Facebook.

- Dikawal Garda Revolusi Iran, 31 Kapal Lintasi Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, meskipun ada situasi ketidakamanan yang disebabkan oleh militer Amerika Serikat (AS) di perairan Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut termasuk kapal tanker minyak dan kapal kontainer.

IRGC, seperti dilansir Press TV, Jumat (22/5/2026), menyebut puluhan kapal tersebut berhasil melewati jalur perairan strategis itu di bawah koordinasi dan perlindungan Angkatan Laut mereka.

Pengumuman itu disampaikan oleh Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/5) waktu setempat.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait