AS Klaim Sudah Hancurkan Kemampuan Militer Iran

AS Klaim Sudah Hancurkan Kemampuan Militer Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 14:43 WIB
Sejumlah helikopter Apache milik AS mengudara di atas Selat Hormuz dalam sebuah patroli pada 17 April (dok. AFP)
Sejumlah helikopter Apache milik AS mengudara di atas Selat Hormuz dalam sebuah patroli pada 17 April (dok. AFP)
Washington DC -

Pusat Komando Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM mengatakan telah mencapai tujuan dalam operasi militer melawan Iran. Militer AS tersebut mengklaim bahwa sebagian besar kemampuan militer Iran telah dihancurkan.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (18/5/2026), mengatakan bahwa operasi militer AS terhadap Iran sangat efektif. Dia menekankan bahwa Washington telah mencapai tujuan militer yang ditetapkan sejak awal konfrontasi.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya, Hawkins mengklaim bahwa sebagian besar kemampuan militer Iran telah dihancurkan, termasuk kemampuan manufaktur militer Teheran. Dia juga mengklaim bahwa kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah menurun tajam.

Hawkins menambahkan bahwa kemampuan Iran untuk menjadi ancaman tidak lagi seperti dulu. Dijelaskan juga oleh Hawkins bahwa pasukan militer AS telah bekerja sama dengan sekutu-sekutunya untuk mendukung sistem pertahanan udara di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, dia menuduh Teheran melancarkan serangan-serangan yang disengaja terhadap warga sipil, dan meluncurkan rudal dari area-area padat penduduk di dalam wilayah Iran.

Dalam wawancara tersebut, Hawkins juga mengatakan bahwa AS memberlakukan blokade terhadap Iran karena Teheran memanfaatkan Selat Hormuz sebagai "senjata" untuk mengancam kebebasan navigasi. Dia menyebut pasukan AS telah mengalihkan jalur lebih dari 80 kapal sejak blokade dimulai pada 13 April lalu.

Ditekankan oleh Hawkins bahwa Washington memantau dengan cermat segala sesuatu yang hendak dibawa masuk atau keluar dari Iran.

Hawkins kemudian menegaskan pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diperlukan di kawasan tersebut, yang menandakan kesiapan militer Washington yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Pernyataan terbaru CENTCOM ini disampaikan saat Selat Hormuz menjadi saksi peningkatan ketegangan, yang berdampak pada lalu lintas pelayaran dan pasar energi global. Selat Hormuz dianggap sebagai salah satu titik rawan maritim terpenting di dunia, dengan seperlima ekspor minyak global melewati selat itu.

Ancaman dan serangan baru-baru ini telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran dan energi untuk meninjau kembali rute maritim mereka.

Lihat juga Video 'Tuntutan Sederhana Iran untuk Mengakhiri Perang dengan AS':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait