Pejabat AS Desak Uni Emirat Arab Rebut Pulau di Iran

Pejabat AS Desak Uni Emirat Arab Rebut Pulau di Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 13:40 WIB
Ilustrasi (dok. KARIM SAHIB/AFP via Getty Images)
Ilustrasi (dok. KARIM SAHIB/AFP via Getty Images)
Abu Dhabi -

Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk lebih terlibat dalam perang Iran. Otoritas Abu Dhabi bahkan didesak oleh Washington untuk merebut salah satu pulau milik Teheran.

Informasi semacam itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Senin (18/5/2026), dilaporkan oleh media Inggris, The Telegraph, yang mengutip seorang mantan pejabat keamanan senior AS, yang tidak disebut namanya.

Laporan The Telegraph menyebut bahwa para pejabat AS mendesak UEA untuk "lebih terlibat dalam perang Iran dan merebut salah satu pulau Teluk milik Teheran".

Menurut mantan pejabat keamanan senior AS yang dikutip The Telegraph, beberapa orang di lingkaran dalam Presiden Donald Trump telah mengusulkan agar UEA merebut Pulau Lavan milik Iran, yang terletak di area Teluk.

Pulau Lavan dilaporkan menjadi target serangan militer rahasia UEA terhadap Iran pada awal April lalu.

"Rebut saja!" kata pejabat itu seperti dikutip The Telegraph dalam laporannya.

"Akan ada pasukan UEA di lapangan, bukan AS," imbuh pejabat AS tersebut.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, termasuk UEA.

Baru-baru ini, UEA menjadi sorotan setelah laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), mengungkapkan bahwa UEA secara diam-diam melancarkan serangan balasan terhadap Iran.

Salah satu target serangan UEA, menurut sumber anonim yang dikutip WSJ dalam laporannya pada Senin (11/5) pekan lalu, adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. Laporan WSJ menyebut bahwa kilang minyak Iran itu dihantam serangan UEA pada awal April hingga memicu kebakaran besar dan melumpuhkan fasilitas tersebut.

Tidak hanya itu, UEA juga disebut mengizinkan Israel mengerahkan baterai sistem pertahanan udara Iron Dome, beserta para personel yang mengoperasikannya, di wilayahnya selama perang melawan Iran berkecamuk.

Informasi itu diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, saat berbicara dalam sebuah konferensi di Tel Aviv University pada Selasa (12/5) pekan lalu. Otoritas UEA belum menanggapi langsung klaim Huckabee tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, saat menghadiri KTT BRICS di India, secara terang-terangan menuduh UEA telah menjadi "mitra aktif" AS dan Israel dalam perang melawan Teheran.

Araghchi juga menyinggung soal apa yang digambarkan Israel sebagai pertemuan "rahasia" antara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohammad bin Zayed Al Nahyan di wilayah UEA sendiri. Otoritas Abu Dhabi membantah adanya pertemuan rahasia tersebut.

Simak juga Video 'Iran Ingin Negosiasi, Tapi AS 2 Kali Tinggalkan Meja Perundingan':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait