Trump Terbang ke China untuk Bertemu Xi Jinping, Pertama dalam 1 Dekade

Trump Terbang ke China untuk Bertemu Xi Jinping, Pertama dalam 1 Dekade

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Mei 2026 09:53 WIB
Momen Trump menaiki pesawat kepresidenan AS Air Force One untuk terbang ke China (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Momen Trump menaiki pesawat kepresidenan AS Air Force One untuk terbang ke China (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbang ke China dalam kunjungan kenegaraan resmi dan untuk bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping. Ini menjadi kunjungan pertama bagi seorang Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir.

Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara, di tengah potensi gesekan terkait Taiwan dan Iran.

Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2026), meninggalkan Washington DC pada Selasa (12/5) waktu AS dan dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu (13/5) waktu setempat, Kunjungan yang awalnya dijadwalkan pada Maret ini sempat tertunda karena perang yang berkecamuk melawan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum berangkat, Trump mengatakan dirinya mengharapkan "pembicaraan panjang" dengan Xi tentang Iran, yang bergantung pada China sebagai pelanggan utama minyaknya yang dikenai sanksi AS.

Namun Trump juga berupaya meredam perbedaan pendapat mengenai Iran, dengan mengatakan bahwa Xi telah "relatif baik".

"Saya pikir kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya," kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.

Kunjungan kenegaraan Trump ini -- yang pertama sejak terakhir Trump berkunjung ke Beijing pada tahun 2017 -- akan melibatkan pembicaraan penting dengan Xi pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) waktu setempat, selama jadwal padat yang mencakup jamuan makan malam kenegaraan dan resepsi minum teh.

Trump mengatakan pada Senin (11/5) bahwa dirinya akan berbicara dengan Xi mengenai penjualan senjata AS ke Taiwan, negara yang memiliki pemerintahan demokrasi sendiri yang diklaim oleh Beijing. Hal ini menandai perubahan dari penegasan historis AS bahwa mereka tidak akan berkonsultasi dengan China mengenai dukungannya untuk Taiwan.

Kendali China atas ekspor logam tanah jarang dan hubungan perdagangan yang penuh gejolak juga diperkirakan akan menjadi topik pembicaraan kedua pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Dalam kunjungannya ke China, menurut Gedung Putih, Trump didampingi sejumlah besar eksekutif bisnis top AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Apple Tim Cook.

Tonton juga video "Trump Sebut Tak Butuh Bantuan Cina untuk Taklukan Iran"

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)


Berita Terkait