Iran Ingatkan soal Kapal Perang Prancis di Hormuz, Macron Bilang Gini

Iran Ingatkan soal Kapal Perang Prancis di Hormuz, Macron Bilang Gini

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 11 Mei 2026 13:17 WIB
French President Emmanuel Macron is seen on screen as he speaks during a TV interview from the Elysee Palace, in Paris, on March 22, 2023. - French President is to make on March 22, 2023 his first public comments on the crisis sparked by his governme
Presiden Prancis Emmanuel Macron (dok. AFP/LUDOVIC MARIN)
Nairobi -

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa pengerahan pasukan Prancis ke Selat Hormuz "tidak pernah dipertimbangkan" tanpa adanya "koordinasi dengan Iran". Penegasan ini disampaikan setelah Teheran memperingatkan bahwa kehadiran kapal Prancis di Selat Hormuz akan direspons secara tegas.

Macron dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (11/5/2026), juga menegaskan kesiapan Prancis untuk mendukung upaya-upaya yang bertujuan memulihkan lalu lintas maritim di jalur perairan strategis tersebut, saat kapal induk Charles de Gaulle berlayar ke Laut Merah bagian selatan.

"Pengerahan pasukan Prancis tidak pernah dipertimbangkan," tegas Macron saat berbicara dalam konferensi pers di Nairobi bersama Presiden Kenya William Ruto.

Namun, Macron menegaskan kembali bahwa Prancis "siap siaga" untuk membantu memungkinkan dilanjutkannya kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz "dalam koordinasi dengan Iran".

Pernyataan Macron itu disampaikan setelah Iran melontarkan peringatan terhadap kehadiran kapal-kapal Angkatan Laut Prancis dan Inggris di dekat Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, dalam pernyataan via media sosial X memperingatkan bahwa setiap pengerahan angkatan laut Prancis dan Inggris di dalam atau di sekitar Selat Hormuz akan menghadapi "respons tegas dan segera" dari Angkatan Bersenjata Teheran.

Dalam kritikannya, Gharibabadi menyebut pengerahan "kapal-kapal perusak dari luar kawasan" di dekat Selat Hormuz dengan dalih melindungi pelayaran, merupakan "eskalasi krisis" dan "militerisasi jalur perairan vital".

Sebelumnya, Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis mengumumkan pada Rabu (6/5) pekan lalu bahwa kapal induk Charles de Gaulle dan kapal-kapal pengawalnya telah melewati Terusan Suez pada 6 Mei dalam perjalanan menuju Laut Merah bagian selatan.

Menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, pengerahan di dekat perairan Teluk itu dimaksudkan untuk "menaksir lingkungan operasional regional sebagai antisipasi aktivasi" misi maritim multinasional yang diusulkan.

Ditambahkan bahwa kelompok kapal induk Prancis itu juga akan "menawarkan opsi tambahan untuk keluar dari krisis guna memperkuat keamanan kawasan" dan membantu memfasilitasi pengumpulan sumber daya militer dari negara-negara mitra.

Tonton juga video "Macron Kutuk Serangan yang Tewaskan Tentara Prancis di Lebanon, RI Ikut Berduka"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait