Netanyahu Bilang Perang Iran Belum Berakhir, Uranium Harus Dihilangkan

Netanyahu Bilang Perang Iran Belum Berakhir, Uranium Harus Dihilangkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 11 Mei 2026 11:07 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasokan uranium yang diperkaya milik Iran harus "dihilangkan", sebelum perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dapat dianggap berakhir.

"Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir -- uranium yang diperkaya -- yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada situs-situs pengayaan yang harus dibongkar," kata Netanyahu dalam wawancara di program "60 Minutes" di CBS, dilansir Al Arabiya, Senin (11/5/2026).

"Anda masuk dan Anda mengambilnya," kata pemimpin Israel itu ketika ditanya bagaimana uranium tersebut dapat dihilangkan.

Netanyahu mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki sikap yang serupa.

"Saya tidak akan berbicara tentang cara militer, tetapi presiden, apa yang dikatakan Presiden Trump kepada saya -- 'Saya ingin masuk ke sana.'"

Namun, pernyataan Netanyahu tersebut bertentangan dengan posisi publik Trump.

Presiden AS berusia 79 tahun itu berada di bawah tekanan domestik yang meningkat untuk mengakhiri perang Iran. Dia bersikeras bahwa program nuklir Iran telah terkendali.

Trump mengatakan Iran telah "dikalahkan secara militer" dan ia bersikeras bahwa uranium dapat dipindahkan "kapan pun kita mau."

"Kita akan mendapatkannya suatu saat nanti, kapan pun kita mau. Kita akan mengawasinya," katanya kepada jurnalis televisi independen Sharyl Attkisson.

"Kita mengawasinya dengan sangat baik. Jika ada yang mendekati tempat itu, kita akan mengetahuinya dan kita akan meledakkannya," cetus Trump.

Sementara itu, saat ditanya oleh CBS bagaimana pasokan uranium dapat dikeluarkan dari Iran, Netanyahu mengatakan ia lebih memilih kesepakatan.

"Saya pikir itu bisa dilakukan secara fisik. Itu bukan masalahnya. Jika Anda memiliki kesepakatan dan Anda masuk dan mengeluarkannya, mengapa tidak? Itu cara terbaik," ujar Netanyahu.

Ketika ditanya apakah ada opsi militer untuk merebut uranium yang tersembunyi, Netanyahu mengatakan, "Saya tidak akan berbicara tentang kemungkinan militer, rencana, atau hal semacam itu."

"Saya tidak akan memberikan jadwal waktu untuk itu, tetapi saya akan mengatakan bahwa itu adalah misi yang sangat penting," cetusnya.

Selain masalah pasokan uranium yang belum terselesaikan, Netanyahu mengatakan ada beberapa tujuan perang lain yang belum tercapai.

"Masih ada proksi-proksi yang didukung Iran, rudal balistik mereka yang masih ingin mereka produksi. Sekarang, kita telah mengurangi banyak dari itu, tetapi semua itu masih ada dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan," tandasnya.

Tonton juga video "Netanyahu: Israel Harus Selalu Jauh Lebih Kuat daripada Musuh Kita"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait