Warung Babi Guling di Palu Digeruduk Warga gegara Mencolok di Pinggir Jalan

Warung Babi Guling di Palu Digeruduk Warga gegara Mencolok di Pinggir Jalan

Rangga Musabar - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 15:23 WIB
Warung Babi Guling di Palu Digeruduk Warga gegara Mencolok di Pinggir Jalan
Foto: Warga di Palu menggeruduk warung babi guling. (dok. istimewa)
Palu -

Heboh di media sosial warung babi guling di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), digeruduk warga. Aksi itu dilakukan karena warung tersebut dianggap terlalu mencolok sehingga dinilai tak menghargai warga sekitar.

Aksi protes tersebut berlangsung di Warung Ajek Tondo, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore pada Minggu (2/8). Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ismail mengatakan aksi itu berlangsung secara spontan setelah warga membahas keberadaan warung tersebut saat berkumpul di sekitar lokasi.

"Kejadian kemarin sebenarnya spontanitas masyarakat, khususnya warga Tondo karena lokasi warung itu berada di wilayah mereka. Saat itu warga sedang berkumpul di sekitar lokasi, lalu muncul pembicaraan mengenai keberadaan warung tersebut. Dari situ masyarakat kemudian menghubungi Lurah Tondo untuk meminta penjelasan," kata Ismail dilansir detikSulsel, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ismail menegaskan keberatan warga bukan ditujukan kepada aktivitas mencari nafkah. Sorotan warga lantaran lokasi warung yang berada di tepi jalan utama dengan penanda usaha yang mudah terlihat oleh masyarakat.

"Perlu saya tegaskan, ini bukan soal seseorang mencari nafkah dan bukan juga soal intoleransi seperti yang banyak disebut di media sosial," ujarnya.

Ia menyebut, warung itu berada di jalan yang ramai dan menggunakan penanda yang sangat terbuka. Padahal mayoritas warga di wilayah ini beragama Islam.

"Menurut kami, seharusnya hal seperti itu juga mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar," terangnya.

Ismail menilai usaha serupa tidak akan memicu reaksi masyarakat apabila lokasinya tidak terlalu mencolok. Ismail kembali menegaskan inti persoalan warga bukan keberadaan usaha tersebut, melainkan cara usaha itu ditampilkan di ruang publik.

"Menurut kami, akan lebih menghargai masyarakat apabila usaha seperti itu tidak dibuka secara mencolok di pinggir jalan. Contohnya ada usaha serupa di bagian belakang permukiman. Lokasinya masuk ke dalam lorong, tidak memasang penanda yang mencolok sehingga tidak pernah menjadi persoalan," ujar Ismail.

"Yang menjadi persoalan adalah bagaimana menghargai masyarakat mayoritas yang tinggal di lingkungan tersebut. Sayangnya di media sosial yang muncul hanya potongan video aksi warga sehingga banyak orang berkomentar tanpa mengetahui duduk persoalan sebenarnya," ujarnya.

Pemilik Diminta Kumpulkan Dukungan 30 KK

Pemilik warung babi guling yang digeruduk warga di Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), sempat dimediasi bersama warga. Pemilik diminta mengumpulkan dukungan minimal 30 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi agar bisa tetap beroperasi, namun tidak terpenuhi.

"Sekitar seminggu sebelumnya sudah ada mediasi di Kantor Lurah Tondo. Yang hadir antara lain lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, dan pihak pemilik usaha," ujar Tokoh Masyarakat, Ismail kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Dalam pertemuan itu, kata Ismail, pemilik usaha diminta melengkapi sejumlah persyaratan sebelum menjalankan usahanya. Salah satu syarat utama yakni memperoleh persetujuan dari sekitar 30 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi.

"Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa pemilik usaha harus melengkapi sejumlah persyaratan, salah satunya memperoleh dukungan atau persetujuan dari sekitar 30 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi usaha," ujarnya.

Namun, hingga aksi warga terjadi, syarat tersebut belum terpenuhi. Berdasarkan informasi yang diterima warga, jumlah tanda tangan yang berhasil dikumpulkan pemilik usaha baru sekitar 10 orang.

"Namun sampai aksi warga terjadi kemarin, syarat itu belum dipenuhi. Informasinya, tanda tangan yang berhasil dikumpulkan baru sekitar 10 orang. Artinya, masih banyak warga yang belum menyetujui. Karena itulah masyarakat akhirnya datang ke lokasi," jelasnya.

Ismail mengatakan warga telah meminta Lurah Tondo memfasilitasi pertemuan lanjutan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Menurutnya, hingga kini masyarakat masih menunggu jadwal pertemuan tersebut dengan harapan persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

"Kami meminta agar difasilitasi pertemuan terbuka yang melibatkan masyarakat, pemilik usaha, tokoh masyarakat, dan pihak terkait agar dicari solusi terbaik. Harapannya persoalan ini bisa diselesaikan melalui musyawarah," katanya.

Baca selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Viral Warung Mi Babi di Sukoharjo Ditolak Warga hingga Akses Ditutup Tanah

(dwr/idh)


Berita Terkait