Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang meninggal di kapal pesiar yang sedang berlayar di Samudra Atlantik. Penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius itu pun menceritakan bagaimana kondisi kapal.
Dirangkum detikcom, dari AFP, BBC Kamis (7/5/2026), awalnya wabah tersebut terjadi di dalam kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia di Argentina menuju ke Tanjung Verde.
"Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai," kata WHO kepada AFP pada Minggu (3/5) waktu setempat.
"Dari enam orang yang terinfeksi, tiga orang telah meninggal dunia dan satu orang lainnya saat ini berada dalam perawatan intensif di Afrika Selatan," sebut WHO.
Rincian 3 Orang Tewas
Mohale mengatakan lebih lanjut bahwa orang pertama di kapal pesiar itu yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang pria berusia 70 tahun. Dia meninggal di atas kapal dan jenazahnya saat ini berada di Pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.
Orang kedua merupakan seorang wanita berusia 69 tahun, istri dari pria yang meninggal di kapal. Wanita itu jatuh sakit di kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan, namun dia meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Johannesburg. Asal kewarganegaraan pasangan suami-istri itu belum bisa dipastikan.
Sedangkan orang ketiga merupakan seorang pria Inggris berusia 69 tahun, yang juga dievakuasi ke Johannesburg.
WHO: Kemungkinan Menyebar Antar Penumpang
Virus ini biasanya menyebar dari hewan pengerat, tetapi WHO mengatakan dalam kasus ini virus tersebut bisa menyebar antara "kontak yang sangat dekat" di dalam kapal MV Hondius. WHO menekankan bahwa risiko bagi masyarakat tergolong rendah.
"Kami memang percaya bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat," kata pejabat WHO, Dr Maria Van Kerkhove.
Dia menambahkan bahwa WHO menduga orang pertama yang jatuh sakit kemungkinan telah terinfeksi virus sebelum masuk ke kapal.
(yld/yld)