Trump Hentikan Project Freedom Sementara, Ini Alasannya

Trump Hentikan Project Freedom Sementara, Ini Alasannya

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 06 Mei 2026 07:41 WIB
WASHINGTON, DC - NOVEMBER 21: U.S. President Donald Trump delivers remarks during a meeting with New York City Mayor-elect Zohran Mamdani in the Oval Office of the White House on November 21, 2025 in Washington, DC. Trump congratulated Mamdani on his
Foto Donald Trump: (Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan menghentikan proyek kebebasan atau project freedom. Alasannya, Trump mengklaim AS telah mencapai kesepakatan lengkap dan akhir dengan perwakilan Iran.

"Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer yang luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa Kemajuan Besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan akhir dengan perwakilan Iran, kita telah sepakat bersama," ujar Trump di Truth Social sebagaimana dilansir CNN, Rabu (6/5/2026).

"Sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, proyek kebebasan (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani," lanjutnya.

Project Freedom diketahui baru diumumkan Trump pada Minggu waktu setempat, operasi itu juga baru berlaku pada Senin (4/5). Tak lama kemudian, militer AS dan Iran saling menembak dan menuduh, menimbulkan pertanyaan tentang gencatan senjata yang rapuh.

Namun, para pejabat pemerintahan Trump bersikeras bahwa gencatan senjata belum berakhir dan menghabiskan hari itu untuk mempromosikan operasi baru untuk memandu kapal-kapal melalui selat tersebut.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS fokus pada operasi baru tersebut, yang ia gambarkan sebagai "langkah pertama" menuju pembukaan kembali sepenuhnya jalur air penting tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan upaya tersebut "terpisah dan berbeda" dari operasi militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

"Project Freedom bersifat defensif, terfokus dalam cakupan dan bersifat sementara, dengan satu misi: Melindungi pelayaran komersial yang tidak bersalah dari agresi Iran," kata Hegseth.

Lihat juga Video: Trump Prediksi Harga BBM Akan Turun Drastis Saat Konflik Iran Berakhir

(zap/yld)



Berita Terkait