Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), berbicara via telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), pada Senin (4/5) waktu setempat. Dalam percakapan telepon itu, MBS mengecam serangan Iran yang "tidak dapat dibenarkan" terhadap UEA.
Laporan Saudi Press Agency (SPA), seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (5/5/2026), menyebut bahwa MBS dalam percakapan telepon dengan MBZ, menyatakan "kecaman dan penolakan keras Kerajaan terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan" yang menargetkan UEA.
MBS, lapor SPA, juga menegaskan dukungan Saudi untuk keamanan dan stabilitas UEA.
Kedua pemimpin juga meninjau perkembangan regional dan cara-cara untuk meningkatkan keamanan serta stabilitas kawasan.
Kecaman MBS itu disampaikan setelah Kementerian Pertahanan UEA melaporkan pertahanan udaranya telah mencegat sedikitnya 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan dari wilayah Iran, dalam empat gelombang serangan, pada Senin (4/5) waktu setempat.
Salah satu serangan drone itu dilaporkan memicu kebakaran di kompleks Zona Industri Minyak Fujairah, yang merupakan pusat energi utama di pantai timur UEA. Para pejabat Fujairah mengatakan bahwa sedikitnya tiga orang, semuanya warga negara India, mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Otoritas UEA menegaskan pihaknya memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan terbaru Iran tersebut.
Tidak hanya itu saja, sebuah kapal tanker milik ADNOC, perusahaan minyak negara UEA, dihantam serangan drone di Selat Hormuz yang diblokade. ADNOC melaporkan bahwa dua drone menghantam kapal MV Barakah di lepas pantai Oman, namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Dalam pernyataan terpisah pada Senin (4/5), Kementerian Luar Negeri Saudi mengutuk "sekeras-kerasnya" serangan Iran terhadap fasilitas sipil dan ekonomi di UEA, termasuk kapal tanker tersebut.
Riyadh juga menyatakan solidaritasnya dengan UEA dalam upaya melindungi kedaulatan dan keamanannya, serta menyerukan Iran untuk menghentikan serangan-serangannya dan menghormati prinsip bertetangga yang baik.
Lihat juga Video 'Trump Klaim Iran Tak Punya Angkatan Laut Lagi: Ini Cuma Perang Mini':











































