Otoritas Iran membantah tuduhan bahwa pihaknya menyerang Uni Emirat Arab (UEA), tepatnya fasilitas minyak di negara tetangganya tersebut. Abu Dhabi sebelumnya menyalahkan Teheran atas serangan drone yang menghantam instalasi energi di wilayah Fujairah.
Otoritas UEA melaporkan bahwa serangan drone itu melukai tiga orang, semuanya warga negara India, yang telah dilarikan ke rumah sakit setempat. Itu menjadi serangan pertama yang terjadi sejak gencatan senjata diberlakukan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sejak bulan lalu.
Kantor Media Fujairah melaporkan bahwa kebakaran terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah, yang merupakan pusat energi utama di pantai timur UEA, setelah menjadi sasaran drone yang diluncurkan dari Iran. Tim pertahanan sipil UEA segera dikerahkan ke lokasi dan berupaya memadamkan api.
UEA menyebut negaranya menjadi sasaran serangan terbaru Iran, yang digambarkan sebagai "eskalasi berbahaya", di tengah gencatan senjata dalam perang Timur Tengah.
Seorang pejabat militer Iran, yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir AFP, Selasa (5/5/2026), membantah tuduhan tersebut dengan menegaskan Teheran "tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya" untuk menyerang UEA.
"Republik Islam tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud," tegas pejabat militer Iran tersebut saat berbicara kepada televisi pemerintah.
"Apa yang terjadi adalah hasil dari petualangan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal untuk secara ilegal melewati jalur terlarang Selat Hormuz, dan militer AS harus bertanggung jawab atas hal itu," sebut pejabat militer Teheran tersebut.
"Para pejabat AS harus mengakhiri perilaku buruk menggunakan kekerasan dalam proses diplomatik dan menghentikan petualangan militer di wilayah minyak yang sensitif ini, yang mempengaruhi perekonomian semua negara di dunia," ucapnya.
Presiden Donald Trump mengumumkan, pada Minggu (3/5), bahwa militer AS mulai memandu kapal-kapal dari negara-negara netral untuk melintasi Selat Hormuz secara aman mulai Senin (4/5). Dia menyebutnya sebagai upaya kemanusiaan untuk membantu para awak kapal yang terjebak.
Angkatan Laut Iran melepaskan "sejumlah tembakan peringatan" terhadap kapal-kapal perang AS di Selat Hormuz pada Senin (4/5), setelah militer AS mengirimkan beberapa kapal perusak ke perairan Teluk.
Trump kemudian mengklaim bahwa pasukan AS telah menyerang tujuh kapal militer kecil Iran di perairan tersebut. Seorang laksamana militer AS sebelumnya menyebut enam kapal militer Teheran telah dihancurkan, namun Iran membantahnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan terbaru melaporkan sistem pertahanan udaranya telah mencegat sedikitnya 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan dari Iran. UEA menegaskan pihaknya memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan terbaru Iran.
Simak Video 'Trump Klaim Iran Tak Punya Angkatan Laut Lagi: Ini Cuma Perang Mini':











































