Diminta Trump Ikut Operasi Selat Hormuz, Korsel Pikir-pikir Dulu

Diminta Trump Ikut Operasi Selat Hormuz, Korsel Pikir-pikir Dulu

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 05 Mei 2026 13:45 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler)
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler)
Jakarta -

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan akan "mempertimbangkan posisinya" terkait bergabung dengan operasi Amerika Serikat di Selat Hormuz. Hal ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Seoul untuk ikut serta, menyusul serangan Iran yang tampaknya menargetkan salah satu kapal Korsel.

Ledakan dan kebakaran dilaporkan terjadi pada kapal kargo Korea Selatan pada hari Senin (4/5) di jalur air utama tersebut, yang telah diblokade sejak perang Timur Tengah meletus pada 28 Februari lalu.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa (5/5), bahwa semua 24 awak kapal HMM Namu yang terkena serangan itu -- termasuk enam warga negara Korea Selatan -- tidak terluka.

Trump mengatakan insiden tersebut seharusnya mendorong Korea Selatan untuk bergabung dengan upaya Amerika untuk memandu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur utama untuk ekspor bahan bakar yang diandalkan Seoul.

Pada hari Selasa (5/5), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan akan "dengan cermat mempertimbangkan posisi kami", tetapi tidak berkomitmen untuk perubahan apa pun.

Seoul akan mempertimbangkan pendiriannya berdasarkan hukum internasional, keselamatan jalur maritim internasional, aliansinya dengan Amerika Serikat, dan situasi keamanan di Semenanjung Korea, kata kementerian tersebut.

Ditambahkan bahwa pihaknya telah "secara aktif berpartisipasi dalam pembicaraan internasional tentang kerja sama untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz".

HMM Namu adalah kapal kargo dengan panjang hampir 180 meter (590 kaki) yang berlayar di bawah bendera Panama, menurut data dari situs pelacakan MarineTraffic.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa kobaran api di kapal tersebut telah "sepenuhnya dipadamkan".

Sebelumnya, Trump mengatakan Iran telah "melepaskan beberapa tembakan" tetapi hanya menyebabkan sedikit kerusakan di Selat Hormuz pada hari Senin (4/5). Dia pun mendesak Korea Selatan untuk bergabung dalam operasi di selat tersebut setelah salah satu kapalnya terkena tembakan.

"Iran telah melepaskan beberapa tembakan ke negara-negara yang tidak terkait sehubungan dengan Pergerakan Kapal, PROJECT FREEDOM, termasuk sebuah Kapal Kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan datang dan bergabung dalam misi ini!" tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya.

"Selain Kapal Korea Selatan, saat ini, belum ada kerusakan yang terjadi di Selat tersebut," imbuh Trump.

Simak juga Video 'Trump soal AS Blokade Iran: Kita Seperti Bajak Laut!':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait