AS Ingin Bentuk Koalisi Internasional untuk Buka Kembali Selat Hormuz

AS Ingin Bentuk Koalisi Internasional untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Apr 2026 16:09 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Presiden AS Donald Trump (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) sedang mengupayakan pembentukan koalisi internasional baru untuk membuka kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, saat perundingan damai dengan Iran terhenti. Aktivitas perlintasan di Selat Hormuz dibatasi sejak perang berkecamuk pada akhir Februari lalu.

Upaya AS itu, seperti dilansir AFP, Kamis (30/4/2026), dilakukan dengan melibatkan para diplomat-diplomatnya di berbagai negara.

Laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), menyebut bahwa Departemen Luar Negeri AS mengirimkan kawat internal kepada Kedutaan Besar AS di berbagai negara yang isinya menyerukan pada diplomat untuk meyakinkan pemerintah di seluruh dunia untuk bergabung dengan "Konstruksi Kebebasan Maritim".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konstruksi Kebebasan Maritim, atau Maritime Freedom Construct, menurut laporan WSJ, merupakan blok yang dipimpin AS untuk berbagi informasi, berkoordinasi secara diplomatik, dan menegakkan sanksi-sanksi.

Iran berupaya mencari kompensasi atas serangan-serangan terhadapnya dengan mengambil alih kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang strategis dan dilalui seperlima pasokan minyak global sebelum perang.

Saat harga minyak tetap tinggi selama beberapa pekan, Presiden AS Donald Trump menyerukan sekutu-sekutu AS untuk membantu membuka blokade terhadap Selat Hormuz, dengan mengatakan bulan lalu bahwa: "Ini seharusnya selalu menjadi upaya tim."

Koalisi baru bentukan AS itu, sebut WSJ dalam laporannya, akan melibatkan Departemen Luar Negeri sebagai "pusat operasi diplomatik" dan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyediakan "kewaspadaan domain maritim secara real-time".

"Partisipasi Anda akan memperkuat kemampuan kolektif kita untuk memulihkan kebebasan navigasi dan melindungi ekonomi global," demikian isi kawat diplomatik AS yang dikirimkan pada Selasa (28/4) waktu setempat.

"Tindak kolektif sangat penting untuk menunjukkan tekad yang bersatu dan memberikan dampak yang berarti untuk hambatan yang dipicu Iran terhadap transit melalui selat tersebut," sebut kawat diplomatik AS tersebut.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump, yang tidak disebut namanya, mengonfirmasi kepada WSJ bahwa gagasan tersebut merupakan salah satu dari banyak sumber daya diplomatik dan kebijakan yang dipimpin Presiden AS.

Trump berulang kali mengecam sekutu-sekutu NATO atas tanggapan mereka terhadap perang yang dikobarkan AS-Israel melawan Iran. Dia bahkan mengisyaratkan bahwa Washington dapat keluar dari aliansi militer berusia 77 tahun tersebut.

Upaya untuk mengakhiri perang terhenti, dengan Iran mengajukan proposal baru yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade laut AS, serta mengusulkan perundingan nuklir ditunda ke tahap negosiasi selanjutnya.

Trump menolak proposal Iran itu dan menegaskan bahwa blokade laut tetap berlaku hingga kesepakatan nuklir tercapai.

Lihat Video 'AS Geledah Kapal Tanker Perusahaan Oman di Selat Hormuz':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini