Trump Instruksikan AS Bersiap Perpanjang Blokade Pelabuhan Iran

Trump Instruksikan AS Bersiap Perpanjang Blokade Pelabuhan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Apr 2026 15:39 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah menginstruksikan para penasihatnya untuk bersiap memperpanjang blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Blokade AS yang diberlakukan sejak pertengahan April ini, dimaksudkan untuk menekan Teheran agar membuka Selat Hormuz.

Laporan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (29/4/2026), disampaikan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebut namanya.

Seruan memperpanjang blokade laut ini muncul di tengah kurangnya terobosan diplomatik dalam konflik dengan Iran, dan ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan bersama terkait masa depan nuklir Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan baru-baru ini, termasuk diskusi di Situation Room Gedung Putih pada awal pekan ini, menurut laporan WSJ, Trump "memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan mencegah pengiriman dari dan ke pelabuhan-pelabuhannya".

"Dia (Trump) menilai bahwa pilihan-pilihan lainnya -- melanjutkan pengeboman atau meninggalkan konflik -- memberikan risiko lebih besar daripada mempertahankan blokade," kata para pejabat AS yang dikutip WSJ dalam laporannya pada Selasa (28/4).

Trump, awal bulan ini, menghentikan operasi pengeboman yang diluncurkan bersalah Israel sejak akhir Februari lalu, dalam upaya merundingkan kesepakatan dengan Iran. Namun, upaya tersebut sejauh ini gagal karena Trump bersikeras pada kesepakatan yang membahas program nuklir Iran.

"Pada Senin (27/4), Trump mengatakan kepada para penasihatnya bahwa tawaran tiga langkah Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menunda pembicaraan nuklir hingga tahap akhir, membuktikan bahwa Teheran tidak bernegosiasi dengan itikad baik," kata WSJ dalam laporannya.

Laporan WSJ juga mengutip seorang pejabat senior AS yang mengklaim bahwa blokade laut Washington menghancurkan perekonomian Iran -- negara itu kesulitan menyimpan minyaknya yang tidak terjual -- dan memicu upaya baru rezim Teheran untuk mendekati Washington.

AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Gencatan senjata menangguhkan pertempuran untuk sementara waktu, dengan upaya negosiasi antara Washington dan Teheran, yang dimediasi Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan apa pun.

Pada Senin (27/4), Trump memberikan sinyal bahwa dia kemungkinan besar tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Proposal itu mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade laut oleh AS, sembari menunda perundingan nuklir untuk negosiasi selanjutnya.

Simak juga Video 'Iran Anggap Perang dengan AS-Israel Belum Berakhir':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait