Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa tidak senang dan tidak puas dengan proposal terbaru yang diajukan Iran, melalui mediator Pakistan, untuk membuka Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
Laporan media terkemuka AS New York Times (NYT), yang mengutip sejumlah sumber yang memahami diskusi proposal Iran itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026), menyebut Trump telah mendapatkan penjelasan tentang proposal tersebut dalam rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin (27/4).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (28/4/2026):
- Uni Emirat Arab Kecam Negara-negara Teluk Lemah Hadapi Iran
Seorang pejabat senior Uni Emirat Arab (UEA) mengecam negara-negara sekutunya di kawasan Teluk soal tanggapan mereka dalam menghadapi serangan pembalasan Iran, setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Penasihat kepresidenan UEA, Anwar Gargash, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), mengatakan bahwa negara-negara Teluk telah saling mendukung secara logistik dalam krisis tersebut. Namun, dia mengecam respons politik dan militer mereka.
"Sikap GCC adalah yang paling lemah secara historis, mengingat sifat serangan dan ancaman yang ditimbulkannya bagi semua orang," kata Gargash, merujuk pada Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan enam negara Teluk.
- Israel Larang 2 Pendakwah Tersohor Masuk Masjid Al-Aqsa
Otoritas Israel melarang dua pendakwah Palestina tersohor memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Larangan itu berlaku selama satu pekan sejak Senin (27/4) waktu setempat.
Dua pendakwah Palestina yang dilarang masuk ke Masjid Al-Aqsa itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026), bernama Sheikh Raed Salah dan Sheikh Kamal al-Khatib.
Keduanya merilis pernyataan yang isinya mengungkapkan bahwa mereka dipanggil untuk diinterogasi oleh otoritas Israel dan diberitahu soal larangan memasuki Masjid Al-Aqsa selama satu minggu.
- Heboh Tentara Israel Menjarah di Lebanon, Pejabat Militer Bilang Gini
Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengeluarkan peringatan keras kepada pasukan Israel atau IDF tentang penjarahan di Lebanon.
"Fenomena penjarahan, jika memang ada, sangat memalukan dan berisiko mencoreng nama IDF secara keseluruhan. Jika insiden seperti itu terjadi, kami akan menyelidikinya," katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah surat kabar Israel, Haaretz yang berhaluan kiri, melaporkan bahwa pasukan Israel di Lebanon selatan telah menjarah sejumlah besar properti sipil, mengutip kesaksian dari pasukan dan komandan Israel di lapangan.
- Janji Dukung Iran, Putin Harap Perdamaian Segera Terwujud
Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg, Rusia. Putin mengatakan kepadanya bahwa ia berharap rakyat Iran akan mampu melewati apa yang ia gambarkan sebagai "masa sulit". Putin juga berharap bahwa perdamaian akan segera terwujud.
Rusia telah menawarkan untuk menjadi mediator guna membantu memulihkan ketenangan di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Rusia telah mengutuk keras serangan AS-Israel tersebut.
Rusia juga berulang kali menawarkan untuk menyimpan uranium yang diperkaya milik Iran sebagai cara untuk meredakan ketegangan. Namun, tawaran ini belum diterima oleh Amerika Serikat.
- Trump Tak Senang dengan Proposal Baru Iran Soal Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa tidak senang dan tidak puas dengan proposal terbaru yang diajukan Iran, melalui mediator Pakistan, untuk membuka Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
Laporan media terkemuka AS New York Times (NYT), yang mengutip sejumlah sumber yang memahami diskusi proposal Iran itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026), menyebut Trump telah mendapatkan penjelasan tentang proposal tersebut dalam rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin (27/4).
Proposal terbaru itu memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, dengan syarat AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.
Simak juga Video 'AS-Iran Ketemu Lagi di Pakistan, Trump Utus Menantunya':











































