Israel Larang 2 Pendakwah Tersohor Masuk Masjid Al-Aqsa

Israel Larang 2 Pendakwah Tersohor Masuk Masjid Al-Aqsa

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Apr 2026 11:56 WIB
Kompleks Masjid Al-Aqsa (dok.Getty Images/David Silverman)
Kompleks Masjid Al-Aqsa (dok. Getty Images/David Silverman)
Yerusalem -

Otoritas Israel melarang dua pendakwah Palestina tersohor memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Larangan itu berlaku selama satu pekan sejak Senin (27/4) waktu setempat.

Dua pendakwah Palestina yang dilarang masuk ke Masjid Al-Aqsa itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026), bernama Sheikh Raed Salah dan Sheikh Kamal al-Khatib.

Keduanya merilis pernyataan yang isinya mengungkapkan bahwa mereka dipanggil untuk diinterogasi oleh otoritas Israel dan diberitahu soal larangan memasuki Masjid Al-Aqsa selama satu minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menerima perintah yang melarang kami memasuki Masjid Al-Aqsa," kata Salah kepada wartawan setempat.

"Ketika ditanya tentang tanggapan kami, kami mengatakan bahwa Al-Aqsa adalah hak Islam murni dan kami berhak berada di sana," ucapnya.

Salah mengecam larangan oleh Israel itu "tidak sah" dan "tidak adil".

Dia juga menyerang larangan masuk yang diberlakukan Israel itu sebagai "serangan terhadap agama kami" dan "persekusi agama", sembari menekankan bahwa Wakaf Islam di Yerusalem memiliki otoritas tunggal atas masjid suci tersebut.

Khatib, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa larangan masuk selama seminggu itu kemungkinan akan diperpanjang.

"Jelas bahwa Minggu depan akan ada keputusan untuk memperpanjang larangan menjadi selama enam bulan oleh komandan Kepolisian Distrik Yerusalem," kata Khatib dalam pernyataannya.

"Masjid Al-Aqsa adalah milik umat Muslim, dan tidak ada orang lain yang berhak atas bahkan sebutir tanah pun," sebutnya.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Otoritas Israel telah merilis ratusan larangan serupa sepanjang tahun ini terhadap ulama dan jemaah di Yerusalem Timur dan di Israel, biasanya dimulai dengan larangan masuk selama satu minggu yang dapat diperpanjang hingga enam bulan.

Salah sebelumnya memimpin Gerakan Islam di Israel, sedangkan Khatib menjabat sebagai wakil pemimpinnya hingga Israel melarang kelompok tersebut pada November 2015, dengan tuduhan terlibat dalam penghasutan.

Otoritas Israel sebelumnya memberlakukan larangan masuk ke Masjid Al-Aqsa selama 15 tahun terhadap Salah, yang berakhir pada tahun 2022.

Lihat juga Video 'Pemakaman Ibu Hamil Anak Kembar yang Dibunuh Tentara Israel di Gaza':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait