Seorang pejabat senior Uni Emirat Arab (UEA) mengecam negara-negara sekutunya di kawasan Teluk soal tanggapan mereka dalam menghadapi serangan pembalasan Iran, setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Penasihat kepresidenan UEA, Anwar Gargash, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), mengatakan bahwa negara-negara Teluk telah saling mendukung secara logistik dalam krisis tersebut. Namun, dia mengecam respons politik dan militer mereka.
"Sikap GCC adalah yang paling lemah secara historis, mengingat sifat serangan dan ancaman yang ditimbulkannya bagi semua orang," kata Gargash, merujuk pada Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan enam negara Teluk.
Gargash mengatakan bahwa dirinya "memperkirakan sikap lemah semacam itu dari Liga Arab", organisasi beranggotakan 22 negara Timur Tengah dan Afrika Utara yang berbasis di Kairo, Mesir.
"Tetapi saya tidak mengharapkannya dari GCC, dan saya terkejut karenanya," ucap Gargash saat berbicara dalam sebuah konferensi di Dubai, UEA.
Iran menembakkan ratusan rudal dan drone ke negara-negara Teluk atau GCC yang menampung aset militer AS, seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA , setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan skala besar terhadap Teheran pada 28 Februari lalu.
UEA menjadi negara Teluk yang paling banyak menjadi target serangan Iran. Otoritas Abu Dhabi pun mengadopsi nada lebih tegas terhadap Teheran, sementara negara-negara tetangganya tampak lebih berhati-hati.
(nvc/ita)