Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman

Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Apr 2026 06:22 WIB
Masjid Al Aqsa
Masjid Al-Aqsa. (Anadolu Agency)
Jakarta -

Membawa bendera Israel, sejumlah pemukim Israel menyerbu salah satu situs paling suci umat muslim, kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Tak hanya menyerbu, pemukim Israel juga mengibarkan bendera Israel Masjid Al-Aqsa. Aksi pemukim Israel tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia bagi umat muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno. Para pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel pada Selasa (21/4).

Dilansir Anadolu Agency dan Doha News, Rabu (22/4), para pemukim Israel itu memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa (21/4) melalui Gerbang Mughrabi di bawah perlindungan ketat Kepolisian Israel. Di kompleks suci tersebut, para pemukim Israel mengibarkan bendera Israel dan melakukan ritual keagamaan.

Rekaman video yang beredar online menunjukkan kelompok-kelompok pemukim Israel sedang berdoa, termasuk melakukan apa yang digambarkan sebagai "sujud epik", khususnya di area timur kompleks suci tersebut.

Kecaman Berbagai Pihak atas Aksi Pemukim Israel

Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menganggap tindakan pemukim Israel tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah berlaku sejak lama di kompleks suci itu.

Kecaman datang dari Pakistan dan Qatar untuk aksi para pemukim Israel tersebut. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutuk "dengan sekeras-kerasnya" penyerbuan yang dilakukan para pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa dan pengibaran bendera Israel.

"Tindakan tercela ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta terhadap kesucian dan kekebalan tempat suci tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya.

Pakistan juga mendesak "semua tindakan yang dimungkinkan untuk melindungi tempat-tempat suci di bawah pendudukan Israel dan untuk mengakhiri impunitas para pemukim ilegal yang beroperasi di bawah perlindungannya".


Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengutuk penyerbuan pemukim Israel itu sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional", terutama setelah bendera Israel dikibarkan di halaman kompleks suci tersebut.

Doha menegaskan kembali "penolakan tegas" terhadap setiap upaya untuk mengubah identitas atau status masjid suci tersebut, kemudian mendesak komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya terhadap Yerusalem serta situs-situs sucinya, dan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran Israel yang berulang.

Muslim worshippers pray at Al-Aqsa compound, also known to Jews as the Temple Mount, amid a two-week ceasefire in the Iran war, in Jerusalem, April 9, 2026. REUTERS/Sinan Abu Mayzer  REFILE - CLARIFYING CAPTION FROM Para jemaah muslim berdoa di kompleks Al-Aqsa, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, di tengah gencatan senjata selama dua minggu dalam perang Iran, di Yerusalem, 9 April 2026. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)

Izin Sepihak dari Israel

Sejak tahun 2003, Kepolisian Israel secara sepihak mengizinkan para pemukim Yahudi untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari selama dua periode, saat salat subuh dan salat ashar, kecuali hari Jumat dan Sabtu.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat dan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Israel, di mana aksi serupa dilaporkan terjadi. Momen ini juga bertepatan dengan peringatan Nakba oleh Palestina, yang meningkatkan sensitivitas seputar masalah tersebut.

Masjid Al-Aqsa Kerap Ditutup Israel

Masjid Al-Aqsa kerap ditutup sepihak oleh Israel, sebelumnya masjid tersebut ditutup 40 hari oleh Israel. Dilansir Al Jazeera, Jumat (10/4), video yang telah diverifikasi oleh Al Jazeera menunjukkan warga Palestina berbondong-bondong melewati gerbangnya pada Kamis (9/4) pagi.

Sekitar 3.000 jemaah terlihat melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Aqsa usai ditutup selama 40 hari. Akses telah sepenuhnya dilarang atau dibatasi hanya untuk beberapa umat beriman di situs-situs Kristen, Yahudi, dan Muslim setelah pecahnya perang Amerika Serikat-Israel di Iran pada 28 Februari. Israel sering memberlakukan pembatasan, terutama pada umat Palestina yang beribadah.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang diduduki mengatakan pintu Al-Aqsa akan dibuka kembali untuk semua jemaah mulai subuh. Otoritas keagamaan yang berafiliasi dengan Yordania yang bertanggung jawab mengelola masjid tersebut tidak memberikan detail lebih lanjut.

Selain itu, Otoritas Israel mengumumkan rencana pembukaan masjid dan Gereja Makam Suci di Yerusalem Timur pada Rabu (8/4) malam. Polisi Israel menghubungkan pembukaan tempat-tempat suci tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai "instruksi terbaru dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel".

Pernyataan tersebut mencatat penguatan keamanan yang intensif, termasuk ratusan petugas polisi dan penjaga perbatasan di lorong-lorong Kota Tua Yerusalem dan jalan-jalan menuju tempat-tempat suci, yang bertujuan untuk "mengamankan para pengunjung".

Tonton juga video "Respons PBB soal Prajurit Israel Rusak Patung Yesus di Lebanon"

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait