14 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

14 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 27 Apr 2026 04:10 WIB
Smoke rises from targeted areas in the town of Choukne, in Lebanon Nabatieh province following an airstrike, on April 26, 2026. Lebanon was drawn into the Middle East war on March 2 when Tehran-backed militant group Hezbollah launched attacks on Isra
Asap membubung tinggi usai serangan udara di Lebanon selatan (Foto: AFP/-)
Beirut -

Israel melancarkan serangan di Lebanon selatan di tengah gencatan senjata berlangsung. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sebanyak 14 orang tewas dalam serangan itu.

Dilansir AFP, Senin (27/4/2026), dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan korban tewas termasuk dua wanita dan dua anak. Sebanyak 37 orang lainnya terluka.

Sebelumnya, media resmi Lebanon mengatakan militer Israel mulai menyerang wilayah selatan negara itu setelah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi. Serangan terjadi meskipun ada gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir AFP, Senin (27/4), Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah melaporkan "Pesawat tempur Israel melancarkan serangan" di Kfar Tibnit, salah satu lokasi yang termasuk dalam peringatan tersebut. Laporan menambahkan bahwa ada laporan korban jiwa.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel berhak untuk bertindak terhadap "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung".

Militer Israel telah melakukan serangan berulang kali di Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April, dan pasukannya beroperasi di dalam "garis kuning" yang diumumkan Israel di dekat perbatasan tempat penduduk Lebanon telah diperingatkan untuk tidak kembali.

Sebelum serangan dilancarkan, militer Israel memerintahkan evakuasi tujuh desa di Lebanon selatan pada hari Minggu waktu setempat. Israel mengatakan akan menanggapi apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru saja diperbarui antara kedua negara.

"Mengingat pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh organisasi teroris Hizbullah, IDF terpaksa mengambil tindakan tegas terhadapnya," kata juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, pada X, menyebutkan tujuh desa di utara Sungai Litani.

(lir/lir)


Berita Terkait