Angkatan Laut pada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyita dua kapal kargo komersial di perairan Selat Hormuz. Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM menyatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tiga kapal induk AS beroperasi secara bersamaan di Timur Tengah.
IRGC menyatakan bahwa penyitaan dua kapal kargo di Selat Hormuz itu didasari alasan operasi tanpa izin dan dugaan keterkaitan dengan Israel.
Sementara itu, CENTCOM menyebut ketiga kapal induk AS itu, terdiri atas USS Abraham Lincoln, USS Gerald R. Ford, dan USS George H.W. Bush, didampingi oleh sayap udara kapal induk mereka yang "mencakup lebih dari 200 pesawat dan 15.000 pelaut dan Marinir".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (25/4/2026):
- Iran Sita 2 Kapal Kargo di Selat Hormuz, Diduga Terkait Israel
Angkatan Laut pada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menahan dan menyita setidaknya dua kapal kargo komersial di perairan Selat Hormuz. Kedua kapal kargo itu diduga terkait Israel.
Penyitaan kapal kargo itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (25/4/2026), dilaporkan oleh kantor berita Iran, Mehr News Agency, pada Jumat (24/4) waktu setempat.
IRGC menyatakan penyitaan dua kapal kargo di Selat Hormuz itu didasari alasan operasi tanpa izin dan dugaan keterkaitan dengan Israel. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal dugaan keterkaitan dengan Israel tersebut.
- Menlu Iran Tiba di Islamabad, Tapi Bukan untuk Bertemu AS
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan, yang sempat memicu spekulasi soal perundingan lanjutan dengan delegasi Amerika Serikat (AS). Namun Teheran menegaskan tidak ada rencana pertemuan langsung dengan AS di ibu kota Pakistan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (25/4/2026), mengatakan bahwa Araghchi akan bertemu langsung dengan para pejabat senior Pakistan.
Diskusi ini berlangsung ketika Pakistan terus melakukan upaya mediasi yang bertujuan meredakan ketegangan antara Iran dan AS.
- Trump Berharap Iran Ajukan Tawaran yang Memuaskan AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengharapkan Iran mengajukan tawaran yang mampu memuaskan AS. Hal ini disampaikan di tengah ketidakjelasan perundingan lanjutan AS-Iran, dengan Pakistan terus berupaya menengahi negosiasi terbaru guna mengakhiri perang secara permanen.
Dalam wawancara via telepon, seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2026), Trump mengatakan bahwa Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS. Tetapi dia juga mengakui belum mengetahui apa isi tawaran Teheran tersebut.
"Mereka (Iran-red) mengajukan tawaran dan kita harus melihatnya," kata Trump dalam wawancara dengan Reuters pada Jumat (24/4) waktu setempat.
- Warga Palestina Gunakan Hak Suara dalam Pemilu Pertama Sejak Perang Gaza
Warga Palestina yang ada di Tepi Barat dan wilayah tengah Jalur Gaza menggunakan hak suaranya dalam pemilu daerah pada Sabtu (25/4) waktu setempat. Ini menjadi pemilu pertama yang digelar di wilayah Palestina sejak perang Gaza meletus pada tahun 2023 lalu.
Pemilu daerah tahun ini diwarnai persaingan politik yang ketat dan kekecewaan publik yang meluas.
Menurut Komisi Pemilihan Pusat yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat, seperti dilansir AFP, Sabtu (25/4/2026), hampir 1,5 juta orang terdaftar sebagai pemilih di Tepi Barat, sedangkan 70.000 orang lainnya terdaftar sebagai pemilih di wilayah Deir el-Balah, Jalur Gaza bagian tengah.
- Pertama dalam Beberapa Dekade, 3 Kapal Induk AS Beroperasi di Timur Tengah
Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM menyatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tiga kapal induk AS beroperasi secara bersamaan di Timur Tengah. Kehadiran tiga kapal induk AS sekaligus ini terjadi saat gencatan senjata AS dan Iran yang rapuh masih bertahan.
"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tiga kapal induk beroperasi di Timur Tengah secara bersamaan," kata CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (25/4/2026).
"Didampingi oleh sayap udara kapal induk mereka, USS Abraham Lincoln (CVN 72), USS Gerald R. Ford (CVN 78), dan USS George H.W. Bush (CVN 77) mencakup lebih dari 200 pesawat dan 15.000 pelaut dan Marinir," sebut CENTCOM dari pernyataannya.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: RI Beli Minyak Rusia-Ketua Ombudsman Ditahan Kejagung











































