Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi militer terhadap Iran, jika gencatan senjata saat ini gagal. Dilaporkan bahwa rencana awal berfokus pada penargetan individu-individu senior yang dianggap menghalangi negosiasi.
Menurut laporan CNN, Jumat (24/4/2026), yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan, melibatkan serangan terhadap para pemimpin militer Iran tertentu. Di antara mereka adalah Ahmad Vahidi, yang menjabat sebagai panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (24/4/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- AS Tak Keberatan Iran Ikut Piala Dunia, Tapi Jangan Bawa Orang IRGC
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak keberatan dengan partisipasi pemain Iran di Piala Dunia FIFA 2026. Namun, ia menambahkan bahwa para pemain Iran tidak akan diizinkan membawa serta orang-orang yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
"Tidak ada dari AS yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh datang," kata Rubio kepada wartawan, dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya English, Jumat (24/4/2026).
Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan akan dimulai pada 11 Juni mendatang di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
- Pesan Terbaru Mojtaba Khamenei: Ingatkan soal Perang Psikologis Musuh
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan terbaru terkait perang psikologis yang dikobarkan musuh-musuh Teheran, saat perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel belum berakhir.
Dalam pesannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Jumat (24/4/2026), Mojtaba membahas soal operasi media "musuh" yang menargetkan persatuan nasional Iran. Dia menyebut upaya semacam itu bertujuan merusak moral dan keamanan publik.
Pemimpin tertinggi Iran ini juga mendesak kewaspadaan terhadap upaya-upaya musuh semacam itu.
- Rusia Wanti-wanti Negara Eropa Tidak Tampung Pesawat Pengebom Prancis!
Pemerintah Rusia mengingatkan bahwa negara-negara Eropa mana pun yang menerima penempatan pesawat pengebom strategis Prancis, akan menjadikan negara mereka target serangan oleh pasukan Rusia, jika terjadi konflik.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk memperluas persenjataan nuklir negara itu. Macron mengatakan Prancis mungkin mengizinkan negara-negara mitra Eropa untuk menampung pesawat-pesawatnya yang mampu membawa senjata nuklir.
Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Jumat (24/4/2026), Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis (23/4), bahwa hal tersebut adalah bagian dari "peningkatan yang tidak terkendali" dari potensi nuklir NATO, yang menimbulkan ancaman strategis bagi Rusia.
- Eks Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Jerman
Mantan putra mahkota Iran, Reza Pahlavi, yang mengasingkan diri ke luar negeri, disiram cairan merah saat berkunjung ke Jerman. Serangan yang terekam kamera itu terjadi ketika Pahlavi menyapa para pendukungnya yang menggelar aksi di Berlin, yang juga disertai unjuk rasa oleh para penentang dirinya.
Aksi penyerangan itu, seperti dilansir NDTV dan Reuters, Jumat (24/4/2026), terjadi ketika Pahlavi yang mengenakan setelan jas lengkap sedang berjalan di trotoar bersama tim keamanannya, setelah menggelar konferensi pers di Gedung Bundespressekonferenz, semacam Pusat Pertemuan Pers, di Berlin pada Kamis (23/4).
- Panas! AS Kaji Serangan terhadap Panglima Garda Revolusi Iran
Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi militer terhadap Iran, jika gencatan senjata saat ini gagal. Dilaporkan bahwa rencana awal berfokus pada penargetan individu-individu senior yang dianggap menghalangi negosiasi.
Menurut laporan CNN, Jumat (24/4/2026), yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan, melibatkan serangan terhadap para pemimpin militer Iran tertentu. Di antara mereka adalah Ahmad Vahidi, yang menjabat sebagai panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Selain target individu, para perencana militer AS juga sedang mempersiapkan skenario operasional yang lebih luas yang berfokus pada kemampuan maritim Iran. Menurut CNN, rencana ini mencakup "penargetan dinamis" aset-aset di sekitar Selat Hormuz, Teluk Arab bagian selatan, dan Teluk Oman, termasuk kapal serang cepat kecil, kapal penebar ranjau, dan alat-alat asimetris lainnya yang digunakan Teheran untuk mengganggu jalur pelayaran.
Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: RI Beli Minyak Rusia-Ketua Ombudsman Ditahan Kejagung











































