Putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Presiden China Xi Jinping pada Senin (20/4) waktu setempat. Percakapan telepon itu dilakukan saat konflik berkecamuk di kawasan Timur Tengah.
Laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), seperti dilansir AFP, Selasa (21/4/2026), menyebut bahwa kedua pemimpin "membahas perkembangan terkini di kawasan tersebut dan dampaknya terhadap keamanan dan ekonomi regional dan internasional".
"Keduanya juga membahas upaya-upaya untuk meredakan ketegangan dan meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut, khususnya mengenai keamanan maritim dan implikasi ekonominya, serta dampaknya terhadap pasokan global yang vital," sebut SPA dalam laporannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan energi global yang terdampak oleh perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, juga menjadi topik pembahasan MBS dan Xi.
Laporan media pemerintah China menyebut bahwa Xi mengatakan kepada MBS jika "lalu lintas normal" melalui Selat Hormuz yang vital "harus dipertahankan".
"Navigasi normal melalui Selat Hormuz harus dipertahankan, hal ini demi kepentingan bersama negara-negara di kawasan dan komunitas internasional," cetus Xi saat berbicara kepada MBS, seperti dikutip televisi pemerintah CCTV.
China merupakan mitra dagang utama negara-negara Teluk dan pembeli utama minyak Iran, yang sebagian besar melintasi Selat Hormuz.
Aktivitas perlintasan di Selat Hormuz secara efektif oleh Iran sejak perang melawan AS-Israel berkecamuk pada akhir Februari lalu. AS, berdasarkan perintah Presiden Donald Trump, memberlakukan blokade laut terhadap perairan di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pekan lalu, dalam upaya menekan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah China menilai blokade AS itu "berbahaya dan tidak bertanggung jawab".
Pekan ini, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai tercapai kesepakatan dengan Teheran. Dia mengklaim blokade laut yang diberlakukan AS itu "benar-benar menghancurkan Iran.
Lihat juga Video: China Beri Rp 3,3 M untuk Ortu Korban Pengeboman Sekolah di Iran










































