Titik Terang di Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Titik Terang di Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2026 22:01 WIB
Anak dari jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, Kenzie Hafizan Pranoto (kanan), bersama ibunya, Rodiah Nasution (kiri), melakukan tabur bunga dari atas kapal KN SAR 247 Tetuka di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026). Tabur bunga tersebut dila
Anak dari jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, Kenzie Hafizan Pranoto, bersama ibunya, Rodiah Nasution, melakukan tabur bunga dari atas kapal KN SAR 247 Tetuka di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta -

Pencarian lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau memunculkan titik terang. Jenazah salah satu anak buah kapal atau ABK yang membawa kelima jurnalis sudah ditemukan.

Terdapat delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis serta tiga kru kapal yang hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu. Pada Sabtu (12/9), ada penemuan jasad tak dikenal di Pulau Enggano, Bengkulu.

Mayat itu kemudian dievakuasi, polisi kemudian melakukan tes DNA terhadap mayat itu. Sementara itu, proses pencarian terhadap delapan orang tersebut sudah dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini identitas delapan orang yang hilang tersebut:
1. M Bagus Khoirunnas (Antara)
2. Arie Basuki (Merdeka.com)
3. Yudistiro Pranoto (iNews)
4. Firman Daus (Anadolu Agency)
5. Donal Husni (jurnalis lepas/freelance)
6. Warta/Surakman (kapten kapal)
7. Surakman (anak buah kapal/ABK)
8. Heriyanto (pemandu).

ADVERTISEMENT


Polda Banten mengungkap identitas jenazah pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan ABK Arupadhatu 1, bernama Surakman (50). Jasad korban teridentifikasi karena cocok dengan DNA anaknya.

"Jenazah Mr X tadi teridentifikasi sebagai Surahman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah yang sebelah kanan, sebagai putra kandung dari Bapak Surakman, ABK kapal Arupadhatu 1, yang meliput erupsi Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026," kata Kapolda Banten Irjen Hengki, dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Setelah jenazah ditemukan di Pulau Enggano, Polda Bengkulu, berkoordinasi dengan Polda Banten untuk mengidentifikasi jenazah. Jenazah korban yang ditemukan berciri-ciri mengenakan celana pendek hitam, tinggi 163 cm, dan berusia kurang lebih 50 tahun.

Data antemortem dan posmortem dari 8 keluarga rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau kemudian diidentifikasi oleh Tim DVI. Dari hasil pemeriksaan DNA, ditemukan kecocokan jenazah korban dengan salah satu keluarga.

"Proses identifikasi mayat, Kabiddokkes Polda Bengkulu berkomunikasi dengan Kabiddokes Polda Banten, disepakati untuk dilakukan identifikasi serta pencocokan oleh tim DVI terkait data antemortem dari 8 keluarga korban kapal Arupadhatu terhadap seorang mayat Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu, baik meliputi data primer, yaitu sidik jari, gigi dan DNA," katanya.


Basarnas Tetap Lakukan Pemantaun Cari Jurnalis dan Kru Kapal Hilang

Basarnas diketahui menghentikan pencarian rombongan jurnalis setelah melakukan operasi selama 10 hari. Sejauh ini, Basarnas menyatakan belum ada tanda-tanda operasi pencarian dibuka kembali setelah penemuan jasad ABK tersebut.

"Masalah pencarian ulang atau tidak, seperti yang kami sampaikan tadi, Pak. Secara aturan, pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Selama tujuh hari kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu, kita menemukan jelajah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 kita evaluasi, kita perpanjang tiga hari. Setelah tiga hari itu, tidak ada tanda-tanda korban, makanya kita lakukan dengan tindak lanjut e-broadcast dan pemantauan," kata Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad kepada wartawan.

Konferensi pers terkait identifikasi jenazah rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak KrakatauKonferensi pers terkait identifikasi jenazah rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Arief Ikhsanudin/detikcom)

Amrad menyebut saat ini Basarnas Banten berkoordinasi dengan Basarnas Bengkulu dan Lampung untuk mencari informasi di area pesisir. Tindakan itu dilakukan setelah operasi pencarian tim SAR gabungan dihentikan pada 17 September 2026.

"Jadi, kalau untuk perpanjangan dan hingga saat ini, hingga saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung yang untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar," katanya.

Menurut Amrad, saat ini belum ada informasi keberadaan tujuh orang lainnya maupun keberadaan kapal Arupadhatu 1. "Hingga saat ini Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak," imbuhnya.

Jenazah Kru Kapal Dimakamkan Besok di Pandeglang

Pihak keluarga Surakman menunggu jasad korban tiba di rumah duka di Pandeglang, Banten. Jenazah Surakman rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Carita, Pandeglang.

"Rencananya kata Pak Gubernur datang ke sini kira-kira zuhur, siang. Langsung disolatin di Masjid Agung, sudah beres langsung dimakamkan di TPU Ki Demang di Carita," kata anak Surakman, Yayat Suryadi, di rumah duka, Desa Sukajadi, Carita, Pandeglang.

Yayat mengatakan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Surakman. Yayat mengatakan pihak keluarga pada Kamis (24/9) malam, akan menggelar tahlil hari pertama.

"Besok malam mulai tahlilan," katanya.

Yayat meminta kepada pihak kepolisian untuk memulangkan jasad ayahnya yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Permintaan itu kemudian diwujudkan oleh pihak kepolisian.

"Permintaan keluarga (dibawa ke Banten)," katanya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan jenazah Surakman diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 07.00 WIB, besok pagi. Menurutnya, Polres Pandeglang akan menjemput jasad ABK tersebut.

"Jenazah besok akan dijemput oleh Pak Kapolres dan keluarga di bandara," kata Andra.

Lihat juga Video: Awak Kapal Pembawa Jurnalis di Krakatau Ditemukan!

Halaman 2 dari 3
(rfs/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini