Penembakan mematikan terjadi di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS), hingga menewaskan sedikitnya delapan anak-anak pada Minggu (19/4) waktu setempat. Kepolisian menyebut penembakan massal itu sebagai insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Pelaku penembakan, yang belum diketahui identitasnya, seperti dilansir AFP, Senin (20/4/2026), ditembak mati oleh polisi setelah terjadi pengejaran dengan mobil.
Insiden ini terjadi di kota Shreveport, yang terletak di wilayah barat laut Louisiana pada Minggu (19/4) pagi waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan TKP yang cukup luas yang membentang di antara dua rumah," kata Kopral Polisi Chris Bordelon dalam konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa satu rumah lainnya, atau rumah ketiga, yang juga bagian dari TKP sedang disisir oleh para penyelidik kepolisian.
Korban tewas yang semuanya anak-anak, sebut Bordelon, berusia antara 1 tahun hingga 14 tahun.
"Beberapa anak yang ada di dalam (rumah) merupakan keturunannya (pelaku penembakan-red)," kata Bordelon.
Dua orang lainnya terkena tembakan dalam insiden yang sama. Namun kondisi mereka belum diketahui secara pasti.
Tersangka penembakan tersebut, menurut kepolisian setempat, merampas sebuah kendaraan dan dikejar polisi, sebelum para petugas kepolisian melepaskan tembakan dan tersangka tewas.
"Kami meyakini dia merupakan satu-satunya individu yang melepaskan tembakan di lokasi-lokasi ini," kata Bordelon.
Pemicu penembakan mematikan itu belum diketahui secara jelas. Namun, Bordelon menyebut insiden itu sebagai "keributan rumah tangga".
AS, di mana senjata api mudah didapatkan, sering menjadi tempat terjadinya tindak kekerasan bersenjata, dengan ribuan orang tewas setiap tahunnya.
Tonton juga video "Penembakan Massal-Penyanderaan Terjadi di Ukraina, 6 Tewas"











































