Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menerima 'proposal baru' dari Amerika Serikat (AS). Iran meninjau proposal tersebut.
"Dalam beberapa hari terakhir, dengan kehadiran komandan tentara Pakistan di Teheran sebagai perantara dan mediator dalam negosiasi, proposal baru telah diajukan oleh Amerika, yang saat ini sedang ditinjau oleh Republik Islam Iran dan belum ditanggapi," kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (18/4/2026).
Delegasi negosiasi Iran "tidak akan membuat kompromi, mundur, atau kelonggaran sekecil apa pun, dan akan membela dengan sekuat tenaga kepentingan bangsa Iran".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakistan merupakan mediator utama antara AS dan Iran yang sedang berseteru. Pakistan juga menjadi tuan rumah negosiasi putaran awal antara kedua negara besar itu.
Pengungkapan adanya proposal baru tersebut terjadi beberapa jam setelah Iran menyatakan akan memberlakukan kembali penutupan Selat Hormuz. Hal ini sebagai respons atas blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan "Iran bertekad untuk menegakkan pengawasan dan kontrol atas lalu lintas melalui Selat Hormuz hingga perang berakhir secara definitif", menegaskan bahwa blokade AS akan menghalangi bahkan "pembukaan kembali bersyarat dan terbatas".
Dewan tersebut mengatakan pembukaan Selat Hormuz tersebut akan melibatkan Teheran yang mengeluarkan sertifikat transit kepada kapal-kapal, "serta mewajibkan pembayaran biaya yang terkait dengan layanan untuk keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan".
(isa/isa)










































