Trump: Blokade Pelabuhan Iran Jalan Terus Jika Tak Ada Kesepakatan Damai

Trump: Blokade Pelabuhan Iran Jalan Terus Jika Tak Ada Kesepakatan Damai

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2026 13:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berencana untuk mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, jika kesepakatan damai dengan Teheran tidak tercapai. Dia menambahkan bahwa ia mungkin tidak akan memperpanjang gencatan senjata setelah berakhir.

Iran telah membuka kembali Selat Hormuz pada hari Jumat (17/4) setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun, Teheran mengancam akan menutup kembali alur air vital itu jika blokade AS berlanjut.

Sementara itu, gencatan senjata antara Teheran dan Washington akan berakhir pada hari Rabu mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku," kata Trump kepada wartawan, dilansir Al Arabiya, Sabtu (18/4/2026), ketika ditanya apakah gencatan senjata akan diperpanjang.

Ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran, Trump berkata, "Saya pikir itu akan terjadi."

Perbedaan utama tetap pada tuntutan dari Amerika Serikat dan Iran, yang sebelumnya gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan di Pakistan.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa "tidak akan ada pungutan tarif" yang dikenakan oleh Iran pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Hal ini telah diajukan oleh republik Islam tersebut selama rencana kesepakatan perdamaian sebelumnya.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan bahwa Teheran akan menyerahkan persediaan uraniumnya yang diperkaya ke Amerika Serikat berdasarkan rencana untuk mengakhiri perang, yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan persediaan uraniumnya tidak akan dipindah "ke mana pun."

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2026).

"Pemindahan uranium Iran yang diperkaya ke AS tidak pernah dibahas dalam negosiasi," cetusnya.

Baqaei mengatakan pembicaraan baru-baru ini berpusat pada penyelesaian konflik, dan bukan pada penyerahan persediaan uranium Iran.

"Negosiasi sebelumnya berfokus pada masalah nuklir, tetapi sekarang negosiasi berfokus pada mengakhiri perang, dan tentu saja cakupan topik yang dibahas menjadi lebih luas dan beragam," katanya.

"Rencana 10 poin untuk mencabut sanksi sangat penting bagi kami. Masalah kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang yang dipaksakan, sangat penting," ujarnya.

Lihat juga Video: Iran Buka Selat Hormuz Sepenuhnya, Trump Tetap Lanjut Blokade

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait