Xi Jinping Serukan Kedaulatan Negara-negara Timur Tengah Dihormati

Xi Jinping Serukan Kedaulatan Negara-negara Timur Tengah Dihormati

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Apr 2026 15:05 WIB
Presiden China Xi Jinping (dok. Jack Taylor/Pool Photo via AP)
Presiden China Xi Jinping (dok. Jack Taylor/Pool Photo via AP)
Beijing -

Presiden China Xi Jinping menyerukan agar kedaulatan nasional negara-negara di kawasan Timur Tengah dihormati. Xi mengatakan bahwa Beijing akan memainkan "peran konstruktif" dalam mempromosikan perundingan damai untuk konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Seruan ini, seperti dilansir AFP dan The Times of India, Selasa (14/4/2026), disampaikan Xi setelah putaran pertama perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang digelar di Pakistan pada akhir pekan, berakhir tanpa kesepakatan apa pun.

Kegagalan itu mendorong Presiden AS Donald Trump untuk memerintahkan blokade laut terhadap jalur pelayaran penting Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan Iran. Trump disebut marah atas penolakan Teheran untuk melepaskan ambisi nuklirnya dalam perundingan damai di Pakistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons Trump, militer Iran memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan Teluk yang akan aman, jika pelabuhan-pelabuhan Iran sendiri terancam. Teheran mengecam blokade laut AS, yang dimulai pada Senin (13/4), sebagai blokade yang ilegal dan sama saja dengan pembajakan.

Di tengah ketegangan baru tersebut, Xi menguraikan usulannya untuk menjaga perdamaian di kawasan yang dilanda perang tersebut.

"Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial dari negara-negara Teluk di Timur Tengah harus dihormati dengan tulus," cetus Xi dalam pernyataan terbarunya, seperti dilaporkan televisi pemerintah CCTV.

Xi, dalam pernyataannya, menegaskan kembali posisi China dalam mendorong dialog daripada konflik. Dia menyatakan bahwa China akan memainkan "peran konstruktif" di kawasan Timur Tengah.

Beijing, menurut Xi, akan terus berupaya memfasilitasi perundingan dan mendukung resolusi diplomatik.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers mengharapkan agar AS dan Iran tidak akan menyulut kembali perang di Timur Tengah, setelah perundingan di Pakistan pada akhir pekan gagal menghasilkan kesepakatan.

"China berharap pihak-pihak terkait akan mematuhi perjanjian gencatan senjata sementara, lanjut menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik, menghindari berkobarnya kembali perang dan menciptakan kondisi untuk kembalinya perdamaian dan ketenangan di kawasan Teluk secepatnya," ucap Guo.

Guo juga menyerukan navigasi "tanpa hambatan" dalam melintasi jalur perairan strategis Selat Hormuz, setelah Trump memerintahkan blokade laut.

Lihat juga Video: China Beri Rp 3,3 M untuk Ortu Korban Pengeboman Sekolah di Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait