Trump Kritik Keras Paus Leo XIV yang Kecam Perang AS-Iran

Trump Kritik Keras Paus Leo XIV yang Kecam Perang AS-Iran

Zunita Putri - detikNews
Senin, 13 Apr 2026 09:34 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026 di Washington DC. Trump menghabiskan akhir pekan di klub pribadinya, Mar-a-
Foto Presiden AS Donald Trump: (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik keras Paus Leo XIV yang mengecam perang antara AS dan Iran. Trump mengatakan kebijakan luar negeri Paus Leo buruk.

"Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki senjata nuklir... Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir, sehingga mereka dapat meledakkan dunia," kata Trump kepada wartawan dilansir CNN, Senin (13/4/2026).

"Saya bukan penggemar Paus Leo," imbuhnya.

Paus Leo adalah paus Amerika pertama, yang vokal tentang perang AS dan Israel dengan Iran. Pekan lalu ia mengutuk retorika dan ancaman Trump terhadap rakyat Iran seraya mengatakan "benar-benar tidak dapat diterima."

Sebelumnya, Trump mengunggah kritik panjang terhadap Paus Leo di Truth Social. Dia menyebut Paus Leo lemah.

"Paus Leo lemah dalam hal kejahatan, dan buruk untuk kebijakan luar negeri," tulis Trump sambil mengatakan ia tidak menginginkan seorang paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir atau yang berpikir bahwa "Amerika menyerang Venezuela adalah hal yang mengerikan".

"Dan saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat," tambahnya.

Trump kemudian mengklaim Paus Leo "tidak ada dalam daftar untuk menjadi Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk berurusan dengan Presiden Donald J. Trump."

Lihat juga Video: Gedung Putih Tanggapi Paus Leo Sebut Tuhan Tolak Doa Pengobar Perang

(zap/whn)



Berita Terkait