Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus menyerang kelompok Hizbullah yang didukung Iran "di mana pun diperlukan". Hal ini disampaikannya pada hari Kamis (9/4), sehari setelah serangan besar-besaran Israel menghantam Lebanon.
"Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, ketepatan, dan kegigihan," tulis Netanyahu di akun X pribadinya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2026).
"Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel -- kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menyerang Hizbullah di mana pun diperlukan, sampai kami sepenuhnya memulihkan keamanan bagi penduduk di utara Israel," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada hari Rabu (8/4), Israel melakukan serangan di negara tetangga Lebanon, termasuk di pusat Beirut, ibu kota Lebanon yang padat penduduk. Ini merupakan serangan terbesar Israel sejak kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon, bergabung dalam perang Iran melawan AS-Israel pada awal Maret lalu.
Militer Israel (IDF) menyebut gempuran ke Lebanon itu sebagai gelombang serangan udara terbesar ke negara itu. IDF mengklaim telah menyerang lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah dalam waktu 10 menit. Pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di bagian timur menjadi sasaran.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya 182 orang meninggal dunia dan 890 orang luka-luka.
Jumlah itu menambah daftar korban meninggal sejak Israel melancarkan serangan ke Lebanon, enam pekan lalu. Sebelumnya, sebanyak 1.700 orang meninggal dunia, termasuk 130 anak-anak, di negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
IDF juga mengklaim telah menewaskan penasihat pribadi dari pemimpin kelompok Hizbullah, Naim Qassem dalam serangan di Beirut pada hari Rabu tersebut.
"Kemarin, IDF menyerang di daerah Beirut dan menewaskan Ali Yusuf Harshi, sekretaris pribadi dan keponakan dari Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem," kata pernyataan militer Israel, dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis (9/4/2026).
Harshi adalah "rekan dekat dan penasihat pribadi Qassem dan memainkan peran sentral dalam mengelola dan mengamankan kantornya," tambahnya.
Lihat juga Video: Israel Gempur Lebanon, 112 Orang Tewas-837 Luka-luka











































